Bisa Dipercaya

DKK Palembang Tambah 25 Armada

IMG_20160620_111403_AO_HDR

Palembang – Kurangnya jumlah armada angkutan sampah yang dimiliki Dinas Kebersihan Kota Palembang masih menjadi kendala dalam mengangkut sampah yang ada di Palembang. Dari volume sampah yang dihasilkan sebanyak 1.200 ton perhari, baru terangkut 800 ton setiap harinya.  Penambahan armada untuk mengangkut sampah ini pun diperlukan untuk dapat mengangkut sisa sampah yang tidak terangkut.

Kepala DKK Kota Palembang Agoeng Nugroho mengatakan, sampah saat ini sudah mencapai titik peningkatan yang cukup signifikan, apalagi penduduk yang datang ke Kota Palembang juga kian bertambah. Termasuk makin banyaknya pusat keramaian, resto, rumah makan, dan mal yang memicu sampah mencapai puluhan ton per hari. “Ini mengindikasikan jika sumber sampah dari aktivitas masyarakat ini sudah makin tinggi,” katanya.

Berita Sejenis

Dijambret, Mahasiswi Kehilangan Ponsel

Mangkir Latihan, Nasib Bio Diserahkan Kepelatih

‘Mandra’ Diciduk Polisi Saat Pulang Kerumah

1 daripada 3.095

Ditambahkannya, pihaknya pun bakal menambah jumlah armada untuk mengangkut sampah. Pasalnya saat ini jumlah sampah yang dihasilkan Kota Palembang sudah menyentuh diangka 1.200 ton/perhari. Dengan jumlah armada yang dimiliki saat ini, pengangkutan sampah dari TPS sementara ke TPA tidak bisa dilakukan dalam satu hari. “Ideal nya kita butuh tambahan sekitar 75 unit lagi,” katanya saat diwawancarai usai Apel Pagi Gabungan Peneriamaan Piala Adipura.

Lebih lanjut Agoeng mengatakan, saat ini armada yang dimiliki DKK Palembang berjumlah 107 armada. Kekurangan armada ini menjadi kendala, sampah yang masuk TPA kadang harus beberapa kali bolak balik, ditambah lagi banyak armada yang tua dan tak layak jalan.

Menurut Agoeng, semakin meningkatnya volume sampah membuat pihaknya sedikit kewalahan untuk mengangkut sampah-sampah tersebut. Ditambah lagi prilaku masyarakat yang kurang sadar untuk membuang sampah di tempat-tempat pembuangan sampah (TPS) dan bak-bak sampah yang sudah disediakan pihaknya.

Bahkan untuk dititik-titik tertentu, terdapat sampah yang sengaja di bawa dari wilayah lain. “Contohnya di perbatasan antara Mariana, di sana kan tidak ada TPS nya jadi masyarakatnya buang sampah di TPS kita. Pagi kita angkut selang berapa lama ada sampah lagi,” jelasnya.

Ditahun ini pun, tambahnya pihaknya akan menambah jumlah armada untuk mengangkut sampah tersebut. Meskipun masih jauh dari kata ideal, dengan adanya rencana penambahan armada sebanyak 25 unit diharapkan mampu membantu pengurangan volume penumpukan sampah di Kota Palembang.

“Kita sedang mengajukan bantuan ke Pusat. Kemungkinan akan mendapatkan bantuan sebanyak 25 unit armada dari Kementrian,” jelasnya.

Agoeng menambahkan, untuk penambahan armada yang dibutuhkan DKK Kota Palembang, seperti mobil pengangkut sampah dan alat-alat eksavator, tidak di mungkinkan lagi memakai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), karena keterbatasan anggaran.

“Kita juga meminta peran serta pihak lain, untuk mewujudkan program Palembang bersih, yang dicanangkan Walikota,” tandasnya. (korankito.com/ria)