Anggota BNNP Gadungan, Berhasil Diciduk 

IMG_20160725_160250

Palembang – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan, berhasil mengamankan seseorang yang mengaku sebagai anggota dari BNNP Sumsel. Pelaku yang diamankan yakni, Iing Ramadhanu alias Toing (35) yang telah lama menjadi Target Operasi (TO) BNNP Sumsel, Kamis (21/7) lalu.

Dari tangan pelaku Toing yang pulang dikawasan Jalan Rudus Bening Sari, Kecamatan Kemuning, ditemukan sepucuk senjata api, Id Card dan seragam BNNP Sumsel. Bahkan, pelaku juga positif mengkonsumsi narkoba.

Berdasarkan data yang dihimpun, tertangkapnya tersangka berawal dari laporan masyarakat yang mengatakan kalau sering ada pesta narkoba di rumah pelaku. Dari situlah, BNNP Sumsel bergerak melakukan penggerebekan dirumah Toing.

Di sanalah, BNNP Sumsel mengamankan empat orang, yakni Jajang (36) yang membawa paket kecil shabu, Ferdinan Iskandar (35), M Kurniawan, termasuk anggota BNNP Sumsel gadungan Iing Ramadhanu.

Kabid Pemberantasan BNNP Sumsel, AKBP Minal Alkarhi mengatakan jika Toing sudah menjadi target operasi anggotanya. Lantaran, pihaknya sudah banyak menerima laporan dari masyarakat yang mengatakan kalau pelaku sering memeras warga dengan menyalahgunakan atribut BNN.

“Untuk senjata api milik dia, kita akan berkordinasi dengan Reserse Umum terlebih dahulu. Apakah senjata api milik Toing ini, termasuk organik atau bukan,” ucapnya saat gelar perkara di Gedung BNNP Sumsel, yang terletak di Jalan Gubernur HA Bastari, Kecamatan SU I Palembang, Senin (25/7) siang.

Selain itu, dihari yang sama BNNP Sumsel juga menangkap Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Kecamatan Ilir Timur (IT) II, yang positif menggunakan narkoba. Tersangka yang diamankan, yakni Akan yatullah Humaidi (41) warga Komplek Griya Labamboe, Kelurahan Sako Baru, Kecamatan Sako, saat sedang berada dirumah orang tuanya, dikawasan Komplek Puri Sejahtera, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang.

“Kita mendapatkan informasi dari masyarakat kalau yang bersangkutan ini merupakan pengguna putau cukup lama. Setelah itu, kita langsung melakukan penyelidikan dan melakukan penggerebekan di kediamannya,” tambahnya.

Lanjutnya, saat dilakukan penggerebekan tidak ditemukan barang bukti narkoba. Namun, ditemukan bekas alat hisap untuk melinting gaja. Meksipun tidak memiliki barang bukti, hasil tes urine pelaku posting mengandung narkoba, diduga usai menghisap narkoba jenis ganja. “Kita akan lakukan assemant terhadap Ayatullah, untuk dilakukan proses rehabilitasi,” tegasnya.

Tak hanya Ayatullah, BNNP Sumsel melakukan penggerebekan di kawasan Lorong Pangeran Mangku, Kelurahan 16 Ilir, Kecamatan IT II. Disana, berhasil mengamankan M Soleh (51) dengan barang bukti berupa satu paket kecil sabu. “Jadi, dari enam orang tangkapan ini, dua orang yang kedapatan barang bukti narkoba kita proses secara hukum, sementara empat yang lain dilakukan rehabilitas karena tidak ditemukan barang bukti,” tegasnya.

Sementara itu, tersangka Ayatullah saat diamankan mengatakan, baru menggunakan narkoba tersebut. Ia mengaku menggunakan narkoba tersebut karena memiliki masalah dengan keluarganya.

“Baru memakai narkoba ini, cuma ganja yang saya pakai. Ganja itu kadang saya beli, kadang dikasih teman pak. Cuma sebagai pelarian saja sabu ini saya pakai,” ujar pria dengan dua orang anak ini.

Sedangkan tersangka Toing mengaku, mendapatkan senjata api tersebut dari salah satu rekannya bernama Ario. Menurutnya, Ario menggadikan senjata api tersebut seharga Rp 150 ribu. “Kalau atribut itu saya dapat pak. Kalau baju saya mendapat dari peringatan BNNP Sumsel, sementara ID Card saya curi dari anggota BNN juga,” ungkapnya. (korankito.com/denny)