Bisa Dipercaya

Anak Dihamili, Ibu Lapor Polisi 

IMG-20160725-WA0008

Palembang – Lantaran kekasih anaknya tidak mau bertanggung jawab atas bayi yang dikandung oleh SF (16), membuat NW (48) warga Jalan Bungaran I, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, mendatangi Polresta Palembang, Senin (25/7) pagi.

Kedatanganya ke ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, untuk melaporkan FR (17) warga Lorong Kedukan, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, yang sudah melakukan persetubuhan dengan anaknya hingga hamil tiga bulan.

Berita Sejenis
1 daripada 3.090

Dihadapan petugas piket SPKT, NW mengatakan kalau berdasarkan pengakuan dari anaknya, persetubuhan SF dengan terlapor terjadi pada Senin (28/3) sekitar pukul 10:00 WIB, di rumah Kost milik Boy, yang terletak dikawasan Jalan Panca Usaha, Kecamatan SU I.

Merasa curiga dengan perubahan pada diri SF, lalu ia mendesak agar anaknya tersebut, menceritakan kejadian yang sebenarnya. Disaat itulah, putri kesayangannya itu mengaku, kalau sudah melakukan hubungan badan dengan FR hingga mengandung benih dari terlapor.

Setelah mendengarkan pengakuan dari SF, ia bersama putrinya itu mendatangi rumah terlapor untuk meminta pertanggung jawaban. Akan tetapi, keluarga FR menolak bertanggung jawab atas hamilnya SF. Dari situlah, NW membawa kasus ini ke pihak kepolisian.

“Kami sudah baik-baik datang kerumahnya, mau minta pertanggung jawaban. Tapi orang tuanya tidak mau, katanya FR bukan anakanya. Malahan, sekarang FR dikabarkan sudah berada di Batam, nomor telponnya sudah tidak aktif lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan jika pihaknya sudah menerima laporan dari korban. Selanjutnya, laporan ini korban akan diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang untuk segera ditindak lanjuti.

“Kita sudah terima laproannya, dan anggota kita akan melakukan penyelidikan. Jika FR memang bersalah akan dikenakan UU Perlindungan Anak, No 35 tahun 2014,” ucapnya singkat. (korankito.com/denny)