Bisa Dipercaya

JPU Meminta Sidang Seharusnya Diteruskan

P_20160725_092653

Palembang – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI membacakan tanggapan mereka atas eksepsi yang diajukan oleh salah satu terdakwa dugaan suap RAPBD Muba 2015, Dear Fauzul Azim. Berlokasi di PN Tipikor Palembang, Senin (25/7), JPU berharap hakim menolak eksepsi terdakwa dan meneruskan sidang ke tahapan selanjutnya.

“Pada intinya, kita menilai, pokok-pokok eksepsi terdakwa bukanlah termasuk bagian eksepsi, namun sudah masuk ke materi persidangan. Sebab itu, kita berharap, hakim menolak eksepsi terdakwa,” kata salah satu JPU KPK, Feby Dwiyandospendy SH.

Berita Sejenis
1 daripada 3.098

Feby mengatakan, ia dan rekan-rekan dari KPK menyerahkan sepenuhnya keputusan pada majelis hakim pada keputusan sela nanti. Andai nantinya sidang dilanjutkan, jaksa sudah siap untuk mendatangkan sejumlah saksi, dimana mayoritas sudah berstatuskan terpidana untuk kasus yang sama.

Feby mengungkapkan, dalam eksepsinya, Ridwan Saiman SH selaku pengacara Dear keberatan akan jumlah uang yang diterima oleh kliennya. Dalam dakwaan, jaksa mengatakan, Dear menerima uang Rp 75 juta, jumlah yang sama dengan beberapa terdakwa lain. Menurut Ridwan, uang yang diterima kliennya tidak mencapai angka tersebut, melainkan Rp 40 juta dan sudah dikembalikan ke negara.

Menanggapi ini, Feby mengatakan, biarlah terungkap dalam persidangan karena akan ada saksi yang bisa menjelaskan persoalan tersebut. Sebab itu, Feby dan teman-teman tetap pada keputusan mereka sesuai dengan dakwaan yang mereka buat. Saksi tersebut diharapkan bisa memberikan keterangan mendetil perihal uang yang diterima para terdakwa.

Selain perihal uang, Ridwan juga menilai tidak adannya peran jelas yang sudah dilakukan kliennya dalam kasus ini. Menanggapi itu, Feby mengatakan, sudah tertera dengan jelas bahwasanya Dear ikut serta menghadiri rapat pembahasan RAPB Muba yang dinilai menjadi sebab awal dari adanya kasus ini.
“Semua itu akan terungkap dalam fakta persidangan begitu saksi dihadirkan. Sebab itu, kami menilai, eksepsi pengacara terdakwa sudah bagian dari materi,” kata Feby.

Majelis hakim tipikor yang diketuai Kamaluddin SH MH belum memberikan jawaban usai tim JPU membacakan tanggapan mereka. Hakim akan membacakan putusan sela pada sidang selanjutnya yang akan digelar pekan depan. (korankito.com/ria)