BSG Tak Cair, Sekolah Resah

IMG_20160725_133310_1_AO_HDR

Palembang – Dana bantuan sekolah gratis (BSG) untuk saat ini masih belum bisa dicairkan. Kebanyakan kepala sekolah, terutama di kota Palembang resah dikarenakan adanya pengurangan dana BSG.

Untuk dana BSG triwulan kedua (April, Mei, Juni) masih belum cair, hingga saat ini, Senin (25/07) belum ada kabar baik mengenai kapan kepastian cairnya dana bantuan untuk membantu biaya operasional sekolah tersebut.

Dra. Nofritawati, M.Si  waka Kurikulum Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 15 Palembang mengatakan jika sampai hari ini, Senin (25/07) belum ada edaran mau pun pemberitahuan bahwa dana BSG akan cair dalam waktu dekat.

Kepada Koran Kito Nofrita mengaku, jika pada tahun 2015 lalu SMPN 15 menerima dana BSG mencapai nominal 38 juta rupiah lebih, namun untuk tahun 2016 ini anggarannya dipotong hamper 70 persen dari biasanya.

“Tahun lalu dananya 38 juta lebih, tapi sekarang yang kita terima hanya 12 juta rupiah saja,” beber dia kepada wartawan Koran kito di ruang perpustakaan SMPN 15 Palembang.

Semua anggaran pengeluaran kita potong. Lanjutnya, untuk setiap kegiatan yang menggunakan dana BSG dipotong 70 persen. Hal ini dilakukan atas kebijakan sekolah dikarenakan berkurangnya dana bantuan BSG.

“Piket dan wakil kepala sekolah saat ini tidak ada, semua anggaran yang menggunakan BSG dipotong 70% dan bahkan ada beberapa hal yang dihilangkan untuk menutupi kekurangan biaya,” tegas Nofrita.

Sebenarnya, SMPN 15 ini sudah biasa beroperasi tanpa biaya yang memadai. Diakuinya, guru-guru disini semuanya pengertian, ditambah lagi murid yang kompetitif dan penurut. Harapannya, meski anggarannya dipotong tapi untuk pencairannya jangan ditunda mengingat operasional sekolah tidak bisa selamanya dibebankan ke dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Memang ada beberapa aspek yang tersendat karena molornya pencairan dana BSG ini. Untungnya semua guru disini pengertian, jadi mereka tetap enjoy untuk mengajar. Ya harapannya jangan telatlah, kan sudah dipotong juga anggarannya,” pungkasnya.

(korankito.com/eja)