Spesialis Bobol Alfamart Didor Polisi

Jpeg

Palembang – Satuan Unit Pidana Umum (Pidum) Polresta Palembang, berhasil menciduk satu tersangka spesialis pembobol minimarket Alfamart yang berada dikawasan Sekojo dan Kalidoni, Kamis (21/7) sekitar pukul 12:00 WIB.

Adapun pelaku yang diamankan, yakni Yayan Askari (25) warga Jalan Urip Sumarjo, Kelurahan Sekojo, Kecamatan Kalidoni Palembang. Lantaran, melawan petugas ditangkap, ia harus diberikan hadiah timah panas di kedua kakinya.

Dihadapan petugas, Yayan mengaku sudah dua kali melakukan pembobolan Alfamart bersama EY yang masih DPO. Sebelum masuk, ia membongkar pintu belakang dengan menggunakan linggis.

Setelah masuk ia mengambil rokok, diaksi pertamanya sebanyak 7 tim. Sedangkan yang kedua 10 tim rokok, lalu rokok tersebut dijual ke penadah AZ dan NV dikawasan Jalan Sosial KM 5 Palembang. “Pertama kami mendapatkan uang Rp 7,5 juta, kedua 10 juta. Lalu, hasilnya kami bagi dua pak,” jawabnya sambil meringis kesakitan.

Lanjut pria yang bekerja sebagai supir angkot Patal Pusri ini,dirinya nekat melakukan aksi pencurian untuk memenuhi biaya kebutuhan hidup sehari-hari dua anak dan istrinya.”Baru dua kali pak kami membobol Alfamart setiap beraksi selalu bersama Novri,” katanya.

Disisi lain, NV yang juga sudah diamankan, mengatakan kalau dirinya tidak mengetahui rokok yang dibelinya tersebut hasil membobol alfamart. Menurutnya, Yayan mengaku kalau hasil dari bermain di pasar malam.

“Saya beli sebungkusnya Rp 13 ribu, jadi kalau sepak Rp 130 ribu, saya beli 7 tim saja, dengan harga Rp 650 ribu. Saya tidak tahu nian kalau itu barang curian, gara-gara dia saya laju ditangkap polisi,” sesalnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan pelaku yang sudah menjadi target operasi. Petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan tersangka lantaran mencoba kabur saat ditangkap.

“Tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. Sedangkan untuk barang bukti kita mengamankan rokok dan linggis yang digunakan untuk melakukan pencurian,” tutup Maruly. (korankito.com/denny)