1.000 CJH Sudah Disuntik Vaksin Meningitis

Suntik - Calon jemaah haji 2016 mulai melakukan suntik Vaksin Mingitis di Puskesmas Dempo Jalan Kolonel Atmo, Palembang, Rabu (20/7). Suntik vaksin mingitis ini merupakan salah satu keharusan syarat untuk mendapatkan visa untuk para calon jemaah haji 2016.

Palembang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang memastikan hampir 1.000 Calon Jemaah Haji (CJH) Kota Palembang sudah melakukan suntik vaksin meningitis untuk mengantisipasi kekebalan daya tahan tubuh . Suntikan meningitis tersebut masuk di dalam tahapan pemeriksaan kesehatan kedua yang dilakukan oleh CalonJemaah Haji (CJH).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Anton Suwindro mengatakan, vaksinasi Meningitis wajib dilakukan oleh CJH sebelum berangkat ke tanah suci. “Vaksin Meningitis ini memang harus diberikan kepada CJH dan dilakukan pada pemeriksaan kesehatan yang kedua,” katanya, Kamis (21/7).

Kendati belum bisa menyebutkan angka real CJH yang telah melakukan vaksinasi ini, tetapi ia memastikan sekitar hampir 1000 CJH yang telah melakukan vaksinasi Meningitis. Seperti yang diketahui, pemberian vaksin ini dilakukan di puskesmas yang ditunjuk sebagai tempat pemeriksaan kesehatan. Diantaranya seperti, Puskesmas Dempo, Pembina, juga Merdeka.

“Suntik Meningitis tidak dikenakan biaya, hanya saja CJH dianjurkan melakukan vaksinasi lainnya, seperti vaksinasi Influenza dengan biaya Rp170 ribu dan Pneumo 23 Rp330 ribu, ini hanya anjuran, tetapi sangat penting karena kondisi daya tahan tubuh akan berada di tempat yang berbeda dengan Indonesia,” jelasnya.

Selain mendapatkan vaksinasi, CJH pun mendapatkan pemeriksaan seputar kesehatannya. “Mereka harus memeriksakan kesehatannya,  jika melakukan pemeriksaan mereka akan diawasi, sebelum mereka berangkat dilakukan pembinaan tentang penyakitnya, dan disana juga diawasi,” terangnya.

Ia juga mengimbau bagi CJH yang beresiko tinggi (Risti) dikisaran usia 49 tahun keatas, untuk menjaga kesehatannya dengan minum obat jika ada anjuran dari dokter, melakukan vaksinasi, membawa obat sendiri sebagai cadangan. “Bagi wanita yang masih usia produktif, diharap menjaga jangan sampai hamil, karena meskipun telah melakukan vaksinasi jika usia kehamilannya dibawah 14 minggu maka dilarang berangkat,” himbaunya.

Terkait maraknya isu vaksin palsu, ia menegaskan bahwa tidak ada vaksin palsu di vaksin yang diberikan untuk CJH. “Karena ini langsung dari pusat, jadi dipastikan asli, jemaah tidak perlu khawatir,” tukasnya.

Sementara itu salah seorang CJH yang ditemui di Puskesmas Merdeka, Heryani dari KBIH Al Fatah, mengatakan, kali ini adalah pemeriksaan kedua. “Hari ini suntik Meningitisnya, itu yang wajib, untuk persiapan lainnya tidak ada persiapan khusus hanya membaw obat-obat ringan saja untuk cadangan disana,” ujarnya. (korankito.com/ria)