SMKN 7 Siap Bertarung Ditingkat Provinsi

kepala SMPN 7 Palembang Hj Dewi Subadra SPd MM

Palembang – Piala Adiwiyata adalah penghargaan lingkungan tingkat sekolah. Meski telah berhasil menyabet piala Adiwiyata tingkat kota maka Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Palembang kembali ditunjuk untuk mengikuti penilaian Adiwiyata tingkat Provinsi.

Kepala SMPN 7 Palembang Hj. Dewi Subadra, S.Pd, M.M ditemui diruang kerjanya oleh wartawan koran kito, Rabu (20/07) mengatakan saat ini sekolah yang ia pimpin tengah dalam perbaikan infrastruktur untuk mempersiapkan bertarung memperebutkan piala Adipura tingkat provinsi. Namun sayangnya perbaikan sekolah terkendala dengan pemakaian sekolah oleh SMKN 8. Jadi tukang bekerja tidak dapat maksimal, sebab waktu sore hari siswa SMKN 8 masih berkativitas seperti biasa.

“Awalnya kami merasa keberatan untuk menerima penilaian Adiwiyata tingkat Provinsi, sebab banyak hal yang perlu dibenahi. Namun saya optimis dengan semangat serta  kerja keras semua pihak hal tersebut dapat tercapai,” kata dia.

Menurutnya, alasan mengapa SMPN 7 terpilih mewakili Palembang untuk beradu diajang Adipura tingkat provinsi adalah karena dalam waktu singkat pihaknya telah mampu membuat green house dan membangun puluhan tempat mencuci tangan.

“Kami juga telah mengoptimalkan fungsi bank sampah di sekolah ini. Dari prakarya dan karya lainya telah rutin dibuat oleh para siswa dan guru. Kami juga telah membuat kompos cair dan padat untuk pupuk bagi tanaman,” jelas dia.

Kepada Koran Kito ia mengaku, walaupun baru setahun lebih menjabat sebagai kepala sekolah, sudah banyak infrastruktur yang dibangun simasa jabatannya dari kantin, lapangan parkir, koridor sekolah, grenn house, WC siswa, serta beberapa ratus jenis tanaman hias dan puluhan jenis tanaman buah.

“Sudah banyak perbaikan dan pembangunan semasa jabatan saya. Seperti kantin yang dulu sempit dan hanya menghasilkan beberapa ratus ribu rupiah saja, namun setelah dirombak telah menghasilkan jutaan rupiah bagi pihak sekolah,” tegasnya.

Lanjutnya, dulunya lapangan parkir hanya untuk beberapa motor saja. Namun saat ini sudah dibuat atapnya dan khusus untuk motor saja, sehingga  tidak bercampur dengan mobil lagi. Koridor sekolah yang dulunya hanya lantai dan juga telah hancur, kini sudah dipasangi keramik.

“Kami berharap pembangunan yang kami lakukan ini dapat dirawat oleh para siswa, sebab ini merupakan milik mereka juga,” harapnya.

Kawasan hijau dan lubang resapan air atau biopori terus ditambahkan. Sudah ada puluhan tanaman buah yang ditambah beberapa waktu lalu, serta untuk lubang biopori terus ditambah sesuai dengan kondisi tanah yang ada disekolah ini.

Senada, Wakil Kesiswaan Asna Niswati, S.Pd mengatakan juga, bukan hanya sekolah yang dibuat bersih dan berbudaya lingkungan hidup. Tapi mental dari siswa harus juga ditempah untuk selalu berlaku bersih. Bukan hanya setiap hari sabtu saja dilakukan operasi semut, namun setiap dua kali semingu dilakukan pembersihan disetiap lingkungan kelas.

“Kami juga sering melakukan sidak ke kelas-kelas, apakah ada sampah di laci siswa. Jika ada maka siswa tersebut harus membuangnya,” tutur Asna.

Sementara itu, Bagian Pengelolaan dan daur ulang sampah Nelly S.Pd. M.Si menambahkan, secara rutin bank sampah dan pembuatan kompos terus dilakukan. Sudah kita jadwalkan untuk tiap kelas membuat karya dari daur ulang sampah, seperti bunga yang digantung ditiap kelasnya. Itu merupakan karya dari para siswa SMPN 7 ini.

“Pengelolaan limbah sampah dengan baik akan dapat memberikan dampak ekonomi yang baik juga. Pengetahuan inilah yang coba kami tanamkan pada para siwa,” pungkasnya. (korankito.com/eja)