Bisa Dipercaya

SMAN 6 Gunakan Finger Massanger Untuk Kontrol Absensi Siswa

IMG-20160721-WA0007

Palembang – Pesatnya perkembangan teknologi saat ini dimanfaatkan dengan baik oleh Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Palembang untuk membuat sebuah sistem absensi siswa berbasis online yakni ‘Finger massanger’. Kepala Sekolah SMAN 6 Palembang melalui Wakil Kepala (Waka) Kesiswaan, Elvi Martalinda saat di temui di ruangannya, Kamis (21/7) mengatakan absensi model finger massanger merupakan sistem absensi sidik jari yang terkoneksi secara langsung dengan handphone para wali murid melalui pesan singkat atau massanger. “Jadi orang tua siswa bisa tahu, anaknya sudah tiba atau meninggalkan sekolah,” ungkapnya.

Elvi menjelaskan sejak diluncurkan tahun lalu, saat ini pihaknya menyediakan sebanyak 15 unit finger massanger untuk 960 siswa. Adanya sistem baru dalam absen di sekolah bisa dilakukan dengan optimal. Siswa setidaknya bisa mengoperasikan alat ini dengan baik demi meningkatkan kedisiplinan jam datang dan jam pulang bagi siswa.

Berita Sejenis

SMP Karya Ibu Gelar Siraman Rohani

Heboh! Diduga Mabuk, Begini Kelakuan Ayu Ting Ting Kepada…

Muba Raih Penghargaan Peduli HAM

1 daripada 3.071

Menurut Elvi ide untuk menggunakan sistem absensi finger massanger tersebut murni merupakan ide dari pihak komite sekolah SMAN 6 Palembang. Ide tersebut muncul untuk mengatasi kecemasan orangtua tentang kehadiran siswa di sekolah. “Kadang ada orangtua yang mengantarkan anak sampai sekolah. Namun sesampainya di sekolah anaknya malah pergi ke tempat lain,” ungkapnya lagi.

Elvi mengatakan untuk menggunakan absensi model baru ini, setiap siswa wajib menempelkan jari pada alat sensorsebelum pelajaran dimulai dan pada saat pulang sekolah. Sistem tersebut efektif untuk menghitung daftar hadir siswa, serta memberikan informasi kepada pihak sekolah dan juga orangtua perihal kehadiran anak di sekolah.

Selain itu sistem finger massanger ini berdampak positif untuk meningkatkan intensitas komunikasi antara anak dan orang tuanya. “Jam masuk sekolah 06.40 pagi, kita beri kelonggaran paling lambat lima menit kalau melanggar sekali dua kali tentu ada sanksi berupa operasi semut atau berdiri di lapangan bola tetapi jika sudah lebih dari tiga kali kita panggil orang tuanya, jadi mereka tahu penyebabnya apa,” jelasnya.

Tambah elvi sistem ini sudah berlangsung sejak tahun lalu dan hasilnya angka keterlambatan siswa berkurang drastis. “Hingga saat ini, untuk seluruh Indonesia baru kita yang pertama dan belum ada sekolahan manapun yang menerapkannya,” pungkasnya.

Selain itu, orangtua juga tidak perlu khawatir menjemput anaknya, karena sekolah telah memberikan informasi kepada orangtua tentang jam berakhir sekolah. ”Penggunaan finger massanger yang disebut absensi flash ini adalah merupakan sebuah terobosan yang positif dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Sebelumnya Kabid SMP/ SMA dan SMK Disdikpora kota Palembang Drs. H. Lukman Haris, M.Si mengatakan, Melihat dari segi sistem, alat tersebut sangat cocok digunakan di lingkungan sekolah dengan jumlah siswa seratus hingga seribu orang. Siswa yang telat, terlambat atau bolos bisa terpantau dari sistem absensi ini,”ujarnya.

Menurutnya, Program absensi yang diintegrasikan dengan alat finger masanger ini, nantinya akan mengirimkan pesan singkat kepada orangtua beserta nomor handphone guru. Program ini digagas untuk mengawasi keberadaan peserta didik di sekolah.

Khusus untuk siswa, laporan dari absen sidik jari ini langsung disampaikan ke orang tua atau wali murid melalui sms. Adapun isi sms antara lain nama siswa, nomor wali kelas dan terpenting waktu siswa tersebut melakukan absensi. Jadi, jika siswa yang terlambat atau bahkan bolos akan langsung diketahui orangtua. Dan tidak seperti layanan sms lainnya, absen sidik jari ini tidak akan dikenakan biaya.

Dia berharap, alat ini dapat digunakan oleh seluruh sekolah-sekolah lain yang ada di kota Palembang, karena keberadaan alat ini dibiayai oleh komite sekolah, maka harus ada kesepakatan antara komite sekolah dengan wali Murid.

“Semoga apa yang terlah di lakukan SMAN 6 ini dapat diikuti oleh sekolah lain, guna untuk tegaknya disiplin siswa di sekolah,”himbaunya. (korankito.com/ria)