SFC Kecolongan Satu Poin

Halau - Pemain Persela Lamongan Eky Taufik Febrianto berusaha merebut bola dari pemain Sriwijaya FC Hilton Moreira dalam laga Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Kamis (21/7). Dalam laga tersebut Sriwijaya FC ditahan imbang Persela Lamongan 2-2.

Palembang – Pertandingan antara Sriwijaya FC kontra Persela Lamongan merugikan SFC selaku tuan rumah. Setelah sempat unggul, Persela Lamongan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

Awal pertandingan berlangsung pelan. Tim Sriwijaya FC tampak terlihat bermain santai. Namun di awal pertandingan, tim SFC mulai menaikkan tensi pertandingan. Puncaknya di menit ke-10 dengan Assist dari Beto, Gol dihasilkan oleh M. Ridwan sehingga mengubah skor menjadi 1-0. Beberapa kali duo bomber menekan gawang yang dijaga oleh Choirul Huda. Ringseknya lini belakang Persela mulai dimanfaatkan di menit-menit selanjutnya. Winger SFC Zalnando nampak mulai berani memasuki sektor defens lawan.

Pada Menit ke-26 Hilton mencoba merobek jala lawan dengan heading. Namun masih bisa ditangkap kiper dengan baik.Satu menit kemudian, M. ridwan menendang dengan cukup keras hingga melewati atas gawang. Menit ketiga puluh Jose Pedrosa mengancam gawang Sriwijaya FC dengan tendangan dari umpan samping. Namun masih bisa diamankan dengan baik oleh lini pertahanan Sriwijaya FC.

Pada menit ke-38 bek Persela Kristian Adelmud melakukan kesalahan. Akibat mencoba menyelamatkan gawangnya, ia menendang bola dan mengenai tangannya sendiri. Hal ini menyebabkan pelanggaran dan disanksi dengan penalty kick. Bomber Samba Beto memanfaatkan kesempatan ini. Sebagai eksekutor, ia menendang dengan cukup keras ke arah bawah. akhirnya, skor bertambah jadi 2-0 untuk Sriwijaya FC.

Menit ke-43 Beto kembali mencoba peruntungan. Setelah ia sukses menggiring bola menuju gawang lawan, ia menendang namun ditahan oleh lini belakang Persela Kristian Almund. Sial, serangan balik yang dilakukan tim tamu begitu cepat. Setelah blunder depan gawang SFC, Kristian Almund menendang begitu keras hingga melewati kepala Kiper SFC. Skor berubah menjadi 2-1 di menit ke-45.

Usai peluit babak kedua, tim tuan rumah tak menurunkan tensinya. Pada menit ke 48 M. Ridwan mencoba menekan berkat assist dari Beto. Namun sayang, Kiper Persela berhasil menangkap tendangan membahayakan tersebut. Pada menit ke 50 hampir saja pemain Persela Dendy Kurniawan membahayakan gawang tuan rumah. Ia menendang melewati kepala kiper SFC, namun kembali membentur mistar atas gawang.

Gantian tim tuan rumah yang ditekan. Beberapa kali umpan berbahaya berseliweran di depan gawang SFC. Namun beberapa kali juga lini pertahanan SFC berhasil mematahkan gelombang serang Sriwijaya FC. Menit ke-60 tim tuan rumah mulai bangkit. Beberapa kali Supardi cs menekan lini pertahanan Persela. Akibat pelanggaran yang terjadi di depan gawang, Hilton berkesempatan melakukan tendangan bebas di menit ke-67. Namun meleset terlalu jauh ke atas gawang.

Beto mencoba peruntungan. Setelah Supardi berhasil memenangkan perebutan bola dengan lini pertahanan Persela, pada menit ke-71 Supardi langsung memberi umpan lambung kepada Beto yang lebih dulu di depan gawang. Namun sayang, Bola melesat terlalu jauh. Menit ke-83 Fictor Pae berhasil menyamakan kedudukan. Setelah berhasil menggiring bola, ia langsung menembak ke gawang SFC. 7.200 penonton terdiam kala Fictor Pae berhasil menyamakan kedudukan.

Tiga menit kemudian Beto mencoba membalikkan keadaan. Namun kembali tendangan bomber Samba tersebut melenceng. Skor tersebut bertahan imbang hingga babak kedua usai.

Pelatih Widodo C. Putro mengungkapkan bahwa keseimbangan SFC belum stabil. Sebab masih saja tercipta space setelah Laskar Wong Kito menyerang. “Saya sudah sering katakan ke pemain coba mainkan bola. Namun insting pemain jika mendapat bola maka jangan terburu-buru. Itu yang harus kita imbangkan,” ujar pelatih asal Cilacap ini.

Sehingga kedepannya, ia akan mengevaluasi secara cermat agar pertandingan selanjutnya tidak terjadi lagi hal yang demikian. “Tentu nanti kita jadikan evaluasi. Saya sering bicara dengan pemain. Kita boleh menyerang tapi jangan lupa defend. Sebab begitu kita menyerang, ada space yang tercipta. Jadi kesadaran kita untuk menutupi itu,” tegasnya.

Sementara itu, Pelatih Persela Lamongan Sutan Harhara mengatakan bahwa adalah suatu prestasi jika Persela berhasil menahan imbang Sriwijaya FC. ia tidak merendahkan timnya karena berdasarkan klasemen TSC 2016, urutan antara Persela dan SFC terpaut jauh. “Saya tidak menyepelekan pemain saya, tapi kita bisa menahan Sriwijaya itu suatu kebanggaan,” ujar Sutan.

Sehingga dengan demikian, performa timnya menjadi naik hingga karena kepercayaan dirinya setelah menahan imbang sekelas Sriwijaya FC. “falsafah saya, jika di laga ayaw kita menang maka jangan sampai kalah. Oleh karena itu, kita berhasil meraih target tersebut,” pungkasnya. (korankito.com/resha).