Gelapkan Anjing Jenis Dobermean, Efendi Terancam Kurungan Empat Tahun Penjara

IMG-20160720-00154-1024x768

Palembang – Terdakwa Effendi alias Liem (38) harus menjalani sidang di Pengadilan Negeri Klas IA Palembang lantaran tindak pidana penipuan dan penggelapan yang diduga dilakukan terdakwa ketika duduk dikursi pesakitan, Rabu (20/7).

Dipersidangan Jaksa Penuntut Umum Ursula Dewi SH mendakwa perbuatan terdakwa lantaran melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan seekor anjing Dobermen seharga 60 juta. “Terdakwa didakwa dengan dakwaan pertama dalam pasal 372 KUHP dan atau dakwaan kedua pasal 378 KUHP,” kata JPU.

Untuk mengetahui terjadinya tindak pidana yang dilakukan terdakwa Liem, JPU langsung menghadirkan saksi korban untuk diambil kesaksian yang mana korban mengatakan dihadapan majelis hakim bahwa awalnya korban membeli anjing kepada terdakwa seharga 60 juta berikut sertipikasinya.

Tiba-tiba terdakwa menghubungi korban yang mana anjing yang dibeli sebelumnya agar dapat dilatih kecerdasannya. Tanpa pikir panjang korban pun menyerahkan anjingnya kepada terdakwa. Selang beberapa waktu korban menanyakan anjing milik nya tiba-tiba terdakwa langsung menyatakanbahwa anjing tersebut tidak ada lagi.

“Ketika ditanya kepada terdakwa Liem ini, keberadaan anjing tersebut, terdakwa liem saat itu tidak dapat menjelaskan ketika ditanya, maka dari itu saya meminta pertangungjawaban semuanya,” ungkap korban.

Sementara itu, majelis hakim yang diketuai Wisnu wicaksono SH didampingi dua hakim anggota Saiman SH dan Pransis Sinaga SH, usai mendengarkan dakwaan JPU berikut keterangan saksi, memutuskan sidang dilanjutkan pekan depan.

“Sidang kita lanjutkan pekan depan dengan agenda tuntutan,” jelas Wisnu.(korankito.com/ria)