Bisa Dipercaya

Peralihan SMA/K Tunggu Ketok Palu

IMG-20160714-WA0006

Palembang – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sudah melakukan verifikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik), disemua sekolah dari 2015 lalu. Hal ini bertujuan agar 2017 mendatang tidak terdapat kesalahan data dalam peralihan kepengurusan tersebut.

Servernya sudah kita bagikan kesetiap operator Dapodik, bahkan sudah diberikan pelatihannya. Drs. Widodo, M.Pd mengatakan pengumpulan data ini agar menghindari kesalahan atau kehilangan data saat peralihan.

Berita Sejenis

Meilia : Utamakan Penunjang Akademik Mahasiswa

Innalillahi, Kepala DPMDP3A Empatlawang Tutup Usia

Aline Adita Umumkan Tanggal Pernikahan

1 daripada 3.099

“Sudah beberapa kali pihak kami melakukan bimbingan teknis mengenai pengumpulan data di sekolah-sekolah. Kami berharap tidak ada lagi data yang diberikan kepada pihak kami yang salah,” bebernya di ruang kerjanya, Rabu (20/07).

Mengenai pelimpahan berkas dari pihak Kabupaten/Kota kepada pihak Provinsi paling lambat dilakukan sampai 2 Oktober 2016 mendatang. Pelimpahan kepemilikian ini tidak hanya melibatkan Dinas Pendidikan saja, tapi ada delapan dinas yang terlibat didalamnya. Bahkan semua Bupati dan Walikota sudah menyiapkan dokumen terkait dengan peralihan ini. Tinggal menunggu keputusan dari pusat bagaimana teknis pelaksanan selanjutnya.

“Kami tinggal menunggu keputusan dari pusat tentang kepastian kapan peralihan ini berlangsung,” tegasnya.

Menurutnya, masalah teknis kerja yang akan dipikul oleh Disdik Provinsi Sumsel mengenai kepegurusan SMA dan SMK ini belum disahkan oleh pusat. Terdapat dua pilihan, yaitu yang pertama apakah perlu membuat UPTD pembantu, dan yang kedua dengan memperkerjakan tenaga pembantu ahli bagi Disdik Provinsi sendiri. Dimana tenaga tersebut berasal dari Disdik Kabupaten/Kota itu sendiri.

“Peralihan ini tentunya berlandaskan dari keputusan anggota dewan. Pasalnya, nantinya kucuran dana yang dikeluarkan akan sangat banyak,” jelas dia.

Sementara itu, Wakil Humas SMAN 3 Palembang Drs. Edi Ramlan, M.Pd mengungkapkan untuk semua program dari pemerintah pusat tentunya telah diperhitungkan dan dikaji secara mendalam. Sama seperti Kurikulum yang berubah, ini bukan merupakan kesengajaan namun diambil berdasarkan pertimbangan yang seksama berdasarkan pengalaman sebelumnya.

Seperti K13, ada sebagian sekolah yang belum siap melaksanakanya dan ada juga yang telah siap. Bagi yang belum siap tentunya akan berat untuk menjalani K13 tersebut, tapi bagi yang telah siap tentunya biasa saja dan terasa manfaat dari K13 itu sendiri.

“Pro dan Kontra atau positif dan negatifnya tentang peralihan kepengurusan itu biasa. Namun jika dijalani dengan baik tentu akan lebih banyak efek positifnya,” jelas dia.

Menuutnya, permasalahan peralihan ini  sudah ada pemberitahuannya sejak 2015 yang lalu. Mengenai pemindahan data SMA dan SMK dari Kota ke Provinsi sudah dilaksanakan. Sejauh ini tidak ada kendala dari SMAN 3 mengenai pemindahan data tersebut. Semua data yang diminta oleh Provinsi sudah merupakan data yang sebenarnya.

“Datanya sudah sesuai dengan siswa yang ada. Sejauh ini kami mengikuti semua prosedur yang ada dari Disdik dan Dinas terkait lainya. Kami berharap sampai semua selesai nanti tidak ada data dari sekolah kami yang bermasalah. Semoga peralihan ini akan memberikan dampak yang lebih baik bagi sekolah-sekolah yang ada di Palembang,” pungkasnya. (korankito.com/eja)