Opat Masih Sebagai Saksi

20160720_152447

Palembang – Anggota DPR RI Syofwatillah Mohzaib alias Opat yang sempat dikabarkan menjadi tersangka dalam kasus penggelapan di Mapolda Sumsel, Rabu (20/7). Saat dikonfirmasi terkait penetapan Opat sebagai tersangka, pihak Polda Sumsel pun membantah dan memberitahukan kepada awak media jika penetapan tersebut tidak benar.

Namun, polisi membenarkan adanya pengajuan izin kepada Presiden Joko Widodo untuk politikus Partai Demokrat itu atas laporan dugaan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 2,5 miliar.

Ditemui di ruang kerjanya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol DTM Silitonga mengungkapkan, Opat dilaporkan ke Polda Sumsel pada 1 September 2013 lalu oleh Mularis Djahri, Direktur Utama PT Campang Tiga, Ogan Komering Ulu. Selama tiga tahun ini, penyidik telah memeriksa tujuh orang saksi dan akan dilanjutkan pemanggilan terlapor sebagai saksi. “Masih kita proses dulu. Karena belum ada izin dari presiden. Namun, laporannya terkait dugaan penipuan dan penggelapan, sudah kita terima” ungkap Silitonga.

Masih dikatakan Daniel, perizinan kepada presiden dilakukan lantaran terlapor merupakan pejabat negara. Dan sesuai undang-undang pihaknya wajib mengajukan izin terlebih dahulu kepada presiden untuk diperiksa. Pengajuan ini telah diterima Sekretariat Negara pada 1 Juli 2016 lalu. “Kita tunggu izin presiden 30 hari setelah pengajuan. Jika tidak ada balasan tetapi waktu yang ditetapkan sudah habis, kami berhak tetap memeriksa terlapor,” ujarnya.

Dijelaskannya, Opat yang memiliki pondok pesantren di Palembang dan pengelola Alquran terbesar di dunia itu, dilaporkan Mularis Djahri dengan tuduhan menggelapkan uang sebesar Rp 2,5 miliar. Opat menjanjikan mengurus hak guna usaha (HGU) perkebunan milik korban pada 2013 lalu. Namun, Opat tak kunjung menyelesaikan tugas. “Dugaannya begitu, dia dilaporkan penipuan dan penggelapan. Bisa dibilang calo begitu,” tukasnya.

Sementara itu, saat dihubungi via seluler, Opat membantah penangkapan terhadap dirinya. Bahkan saat dihubungi dirinya menghadiri rapat parlemen. “Demi allah, tidak benar itu. Saya lagi rapat parlemen. Jadi nanti saja ya,” singkat Opat. (korankito.com/kardo)