Cemburu, Ali Imron Hantam Istri Dengan Ulekan

IMG_20160720_120334

Palembang – Lantaran dipicu karena kesal, pasangan suami istri yang tinggal di daerah Perumahan kesehatan Provinsi Jl. Renang Blok D 19 RT. 20 RW 06 Kelurahan Pakjo Kecamatan Ilir Barat 1 Palembang, yakni Ali Imron (56) nekat melakukan tindak penganiayaan terhadap istri Sri E Agustini (40), selasa (19/7) malam.

Ali yang diketahui bekerja sebagai Kabag Kepegawaian Dinas Kesehatan Provinsi ini melakukan tindak penganiayaan dengan menggunakan batu ulekan untuk membuag sambal.

Informasi yang dihimpun dari ketua RT setempat yakni Burlian selaku ketua RT 20 mengatakan, jika kedua suami-istri tersebut sudah tinggal di perumahan tersebut sejak dua tahun lalu. Namun, pasutri tersebut agak tertutup dengan tetangga.

“Sudah dua tahun mereka disini, saat itu saya dengar dari rumah ada ribut. Saya kira perampokan, saat kami datang mereka berdua sudah bertengkar dan istrinya sudah bersimbah darah,” katanya.

Dari penganiayaan tersebut, sang istri mengalami luka parah dibagian sekitar mata, telinga, kepala bagian atas dan luka besar dibagian kening. Melihat sang istri sudah terkapar bersimbah darah, Ali pun langsung mengambil cairan racun serangga dan berusaha melakukan bunuh diri dengan cara menenggak cairan tersebut.

Melihat peristiwa tersebut, pihak keluarga sang istri langsung membawa kedua suami istri tersebut ke RSMH, untuk mendapat pertolongan  intensif, sedangkan Ali yang terbaring karena mengalami keracunan langsung di laporkan ke Mapolsek Ilir Barat (IB) l Palembang. Setelah beberapa jam dirawat dan kesehatannya mulai pulih, Ali pun langsung dibawa ke Mapolsek IB l untuk diamankan dan dilakukan pemeriksaan.

Terpisah, Kapolsek IB l, Akp Handoko Sanjaya mengatakan, motif peristiwa berdarah tersebut dipicu lantaran rasa cemburu Ali melihat foto sang istri dengan teman lamanya. Karena kesal Ali langsung melakukan penganiayaan dengan menggunakan batu ulekan untuk membuat sambal. “Motif sementara karena cemburu, tapi kita masih lakukan tahap penyidikan. Untuk pelaku sudah kita amankan dan korban sudah mendapat perawatan di RSMH,” ujarnya.

Masih dikatakan Handoko, jika Ali bisa dijerat Undang-undang KDRT. Namun, saat ini Ali masih dalam status terperiksa. “Masih kita lakukan pemeriksaan, dan pelaku sudah diamankan,” pungkas Handoko.(korankito.com/kardo)