Bisa Dipercaya

Pengacara Dear Fauzul Azim : Dakwaan Jaksa Kabur Dan Tidak Jelas

IMG_20160718_092718_HDR

Palembang – Pengadilan Negeri  (PN) Tipikor Palembang kembali menggelar sidang lanjutan enam terdakwa dugaan kasus suap pengesahan RAPBD Muba 2015 dan Laporan Kerja Pertanggung Jawaban (LKPJ) Pemkab Muba 2014, Senin (18/7) dengan agenda mendengarkan eksepsi dari pengacara salah satu terdakwa. Dalam eksepsinya Dear Fauzul Azim yang dibacakan pengacaranya Bambang Saiman SH mengatakan dakwaan yang di ajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak jelas.

Jaksa dari KPK dinilai hanya membuat dakwaan secara umum dengan menyamakan peran seluruh terdakwa tanpa membuat spesialisasi untuk masing-masing terdakwa. Sedangkan peran dari Dear sendiri dalam kasus ini tidak jelas alias kabur.

Berita Sejenis

“Kalau yang dipersoalkan mengenai klien kami yang ikut dalam rapat, kami menilai itu tidak ada persoalan. Sudah menjadi tugas anggota dewan untuk hadir dalam rapat pengesahan dan itu diatur oleh undang-undang,” kata Bambang, ketika dijumpai usai sidang.

Selain tidak jelas, Bambang mengatakan, ada dakwaan yang salah yang ditujukan kepada Dear. Dakwaan yang salah ini perihal uang yang diterima Dear, dimana dalam dakwaan Dear menerima Rp. 75 juta padahal hanya menerima Rp 40 juta. “Jaksa membuat dakwaan secara umum dengan menyamaratakan uang yang diterima oleh semua tersangka adalah Rp. 75 juta,” bebernya.

Padahal, ada beberapa terdakwa yang menerima uang dalam jumlah yang berbeda. Bahkan tambah Bambang uang itu sudah dikembalikan oleh terdakwa ke negara. “Jadi jelas, klien saya harus dibebaskan demi hukum,” harapnya.

Sementara itu menanggapi eksepsi yang ajukan oleh salah satu pengacara terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI, Feby Dwiyansodspendy, mengatakan JPU akan menghadirkan  18 saksi pada persidangan selanjutnya. “Dari 20 saksi akan dihadirkan 18 saksi ke persidangan termasuk terpidana Pahri Azhari dan Lucianty” ujarnya.

Lebih lanjut tambah Feby pada sidang pekan depan pihaknya sudah menyiapkan jawaban atas eksepsi yang dilontarkan oleh salah satu terdakwa. Dengan tegas Feby mengatakan pihaknya tetap akan menolak keberatan dari terdakwa.

Untuk diketahui, keenam terdakwa yang diketahui bernama Ujang M Amin (Ketua Fraksi PAN), Jaini (Ketua Fraksi Golkar), Parlindungan Harahap (Ketua Fraksi PKB), Dear Fauzul Azim (Ketua Fraksi PKS), Iin Pebrianto (Demokrat) dan Depy Irawan (Ketua Fraksi Nasdem) diajukan ke muka persidangan atas dugaan kasus suap pengesahan R-APBD Kabupaten Muba 2015 dan LKPJ Kepala Daerah 2014.

Keenaamnya menjadi tersangka pasca saat KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kediaman anggota DPRD Muba, Bambang Karyanto, di Jalan Sanjaya Palembang, 19 Juni 2015 lalu.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan uang sebesar Rp 2,56 miliar di dalam tas besar merah maron serta empat orang tersangka yaitu Bambang Karyanto, Adam Munandar (keduanya anggota DPRD Muba), Syamsudin Fei Kepala DPPKAD, dan Faysar Kepala Bappeda. (korankito.com/ria)