Bisa Dipercaya

Gubernur Ajak Bupati/Walikota Promosikan Pariwisata Sumsel

 

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin membuka Festival Sriwijaya XXV di Pelataran Benteng Kuto Besak Palembang. KORKIT/WAHYU
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin membuka Festival Sriwijaya XXV di Pelataran Benteng Kuto Besak Palembang.KORKIT/WAHYU

 

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali menggelar Festival Sriwijaya XXV. Ajang ini merupakan salah satu momentum Pemprov Sumsel memperkenalkan wisata maupun kesenian Sumsel ke mancanegara.

Berita Sejenis

Mengejar Impian Demi Sang Ayah

Sumsel Bakal Ciptakan Pramuka Berwawasan Ilmiah

Meilia : Utamakan Penunjang Akademik Mahasiswa

1 daripada 3.100

Gubernur Sumsel Alex Noerdin, saat membuka Festival Sriwijaya XXV di Pelataran Benteng Kuto Besak Palembang, mengatakan, kesenian khas Sumsel yang disajikan pada acara pembukaan Festival Sriwijaya bisa dijadikan magnet untuk menarik minat wisawatan.

“Kalau saja tari-tarian yang dibawakan putra putri terbaik Sumsel tadi kita tampilkan di Time Square New York atau Opera Sidney, Australia, pasti luar biasa. Mereka latihan setiap hari dengan fasilitas yang minim saja sudah luar biasa, apalagi kalau fasilitas memadai,” kata Alex.

Gubernur Alex juga mengajak seluruh Bupati dan Walikota di Sumsel bersama Pemprov bersemangat mempromosikan wisata yang ada di daerahnya masing-masing. Pasalnya, seluruh daerah di Sumsel memiliki kekayaan alam yang bisa menjadi daya tarik daerah mereka masing-masing.

“Kalau kita mau dan punya semangat untuk maju pasti bisa. Ayo bersama-sama membangun Sumsel, dan mari mengembalikan kejayaan Sriwijaya, jangan apatis,” ajak Alex.

Menurut Gubernur, Sumsel saat ini sedang giat-giatnya melancarkan pembangunan infrastruktur, baik infrastruktur fisik maupun infrastruktur sosial. Di satu sisi, di tengah proses globalisasi saat ini perubahan kebudayaan merupakan keniscayaan, sehingga terjadi proses dialektika antara tradisi dan modern.

“Pembangunan yang kita lakukan adalah untuk kelangsungan dan kesejahteraan anak cucu kita. Oleh karena itu, sekali lagi saya harapkan Festival Sriwijaya ini menjadi bagian dari upaya kita melakukan transformasi budaya khususnya melalui penguatan dan penampilan kembali nilai-nilai kebudayaan lokal dan nasional,” tegas Alex.

Pembukaan Festival Sriwijaya XXV dimeriahkan sejumlah tarian serta kesenian khas Sumsel yang menarik antusias masyarakat yang hadir pada kesempatan tersebut. Hadir pula sejumlah Bupati dan Walikota di Sumsel, dan pejabat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Gubernur Sumsel Alex Noerdin juga menuturkan, sebuah fakta sejarah mengenai kebesaran dan kejayaan Kerajaan Sriwijaya, yang pada masanya telah mampu menguasai perdagangan di Asia.

Masa itu dimulai dari, datangnya Dapunta Hyang diiringi ribuan pengawal menyusuri Sungai Musi. Pertama-tama mereka sampai di suatu bukit yang sekarang bernama Bukit Siguntang dan hingga menjadi kerajaan terbesar di Asia Tenggara. “Ini adalah fakta sejarah dari Sumsel, yang saat ini diwariskan kepada kita saat ini,” tegas Gubernur.

Salah satu upaya yang dilakukan, guna membangkitkan kembali sejarah kebesaran Kerajaan Sriwijaya, kata Gubernur, dengan gencar melakukan promosi mengenai kebudayaan yang ada di Tanah Sriwijaya. Salah satunya, dengan menggelar Festival Sriwijaya, yang diselenggaran setiap tahunnya, seperti sekarang ini.  “Saya menjadi saksi hidup bahwa setiap tahun bertambah baik,” katanya.

Untuk itu, perlu adanya dukungan dari setiap bupati/walikota se-Sumsel. Terpilihnya Kota Palembang menjadi tuan rumah Asian Games 2018 bersama DKI Jakarta menjadi momen yang tepat mempromosikan kebudayaan di Sumsel.adv.hms