Sumsel Jangan Hanya Jadi Penonton

20160718_094952

Palembang – Menghadapi Asean Games 2018 mendatang, para insan olahraga di Sumsel jangan hanya jadi penonton. Hal ini ditegaskan oleh kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo ketika membuka acara Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) ke-XIV tahun 2016 di Asrama Haji Sumsel, Senin (18/6) pagi.

“Saya harapkan, kita para atlet jangan menjadi penonton. Kalau bisa, kita mewakili Indonesia bertarung,” tegasnya.

Sumsel seringkali mengadakan serangkaian even olahraga skala nasional maupun Internasional. Namun selama ini, Sumsel hanya meramaikan sebagai penonton. Dihadapan 2.280 atlet yang berasal dari berbagai daerah di bumi Sriwijaya, Widodo mengatakan sudah saatnya para atlet ini berkiprah di dunia Internasional.

“Jangan bangga jika mewakili daerah masing-masing. Jangan mimpi jadi atlet tingkat daerah. Kita juga tidak cukup jadi atlet tingkat nasional, tapi juga dunia,” ujar Widodo.

Komitmen pemerintah dalam membangun peningkatan prestasi olahraga mulai serius. Widodo juga mengatakan pemerintah kini berkoordinasi mulai dari KONI, Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas pendidikan untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita tersebut. Selain itu, adanya komitmen dari masing-masing kepala daerah juga dibutuhkan sebagai bantuan dalam membangun cita positif olahraga Sumsel.

Dengan adanya usaha-usaha tersebut dibantu pembinaan dari masing-masing cabang olahraga, diharapkan hasil yang maksimal akan dipetik dalam waktu dekat. Ia menilai sudah saatnya Sumsel menjadi leader dalam dunia olahraga.

“Kita bermimpi jika Sumsel menjadi leader dan pengisi atlet-atlet tingkat dunia. Kita harapkan 2-3 tahun ke depan akan jadi kenyataan,” tukasnya.

Even olahraga untuk pelajar tersebut diikuti oleh 1.795 atlet dan 463 official. Masing-masing berasal dari 16 kabupaten di Sumsel. Kegiatan tersebut dijadwalkan mulai tanggal 18 hingga 23 Juli mendatang. (korankito.com/resha)