Bisa Dipercaya

Ada Yang Menunggu di Pintu, Ada Yang Cuek

Masuk Sekolah - Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2016, terlihat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Widodo mengajak ngobrol salah satu siswa yang didampingi orang tuanya. KORKIT-WAHYU

Masuk Sekolah – Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2016/2017, terlihat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Widodo mengajak ngobrol salah satu siswa yang didampingi orang tuanya. KORKIT-WAHYU

Palembang – Hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2016/2017 kembali dimulai. Suasana sekolah di Palembang hampir seluruhnya ramai. Sesuai instruksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bahwa hari pertama masuk sekolah ini, orang tua diperbolehkan untuk menghantarkan anaknya ke sekolah bahkan hingga ke dalam kelas.

Berita Sejenis

SMAN 10 Palembang Jawab Tantangan Kadisdik Sumsel 

Polsri Gelar EDS Kedelapan

17 Lembaga Pendidikan Empatlawang Diajukan Akreditasi

1 daripada 21

Dengan adanya instruksi itu, tentunya ada pemandangan yang berbeda dari biasanya. Jika dihari biasa tidak ada rebutan bangku, tapi dihari pertama ini tradisi rebutan bangku pun terjadi. Dari pantauan Koran Kito di SD 170 Palembang, para orang tua yang sudah diperbolehkan masuk kelas, saling rebutan untuk masuk ke dalam kelas. Itu mereka lakukan agar dapat mendudukkan anak mereka di bangku kelas yang paling depan. Masing-masing orang tua menginginkan anak mereka dapat memperoleh kursi barisan depan agar anaknya bisa duduk di barisan depan.

Seperti yang dilakukan Siti (35). Setelah mengetahui kelas anaknya di SDN 170 Palembang, ia bergegas menuju kelas dan menunggu tepat di depan pintu kelas bersama anaknya. “Biarlah, kito langsung ke kelas be, biar adek dapat kursi paling depan,” ujarnya kepada anaknya.

Kepada Koran Kito, ia mengaku, sejak anak pertamanya mulai masuk SD, dirinya selalu menginginkan anaknya duduk di kursi paling depan. Itu ia lakukan dengan cara yang sama setiap tahunnya yakni rebutan dengan orangtua peserta didik lainnya. “Ai sudah biaso kalau rebutan bangku dihari pertama ini mas, banyak kan yangrebutan kursi depan,” akunya.

Namun, itu tidak dilakukan oleh Fita (27). Memang sejak pukul 06.10 wib, ia sudah berada di SDN 170 Palembang tempat anaknya akan bersekolah. Itu ia lakukan karena dihari pertama ini, pihak SD 170 Palembang baru lakukan pembagian kelas bagi peserta didik yang baru. “Hari ini kelas baru dibagikan, jadi harus datang pagi untuk tahu anak saya dapat kelas yang mana,” ungkap Fita.

Ia menambahkan, selain untuk mengetahui pembagian kelas, ia juga ingin menanamkan kebiasaan kepada anaknya untuk datang lebih awal jika telah bersekolah. Soal bangku paling depan tidak ia hiraukan, karena baginya disiplin waktu yang perlu ditanamkan dahulu.

“Ya kalau soal bangku paling depan nanti sajalah, yang penting anak tahu dulu jadwal masuk sekolah. Bangku jugakan nanti pasti akan diatur oleh wali kelas masing-masing jika kegiatan belajar sudah berjalan efektif,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Widodo MPd, dihari pertama sekolah ini melakukan sidak ke beberapa sekolah untuk memastikan suasana sekolah berjalan lancar. “Orang tua harus mempercayai anaknya kepada guru-guru di sekolah,” ucapnya.

Widodo menghimbau, supaya orangtua tidak melakukan aksi rebutan bangku di kelas. “Semuanya percayakan saja kepada perangkat sekolah, biarkan guru di sekolah yang mengatur tempat duduk di kelas,” tukasnya. (korankito.com/reno)