Bisa Dipercaya

Antisipasi Kekeringan Tanaman, DPJPP Siagakan 18 Mobil

Screenshot_2016-07-17-13-51-19_1468754870441

Palembang – Untuk mengantisipasi musim kemarau yang mulai datang pada awal Agustus mendatang, Dinas Penerangan Jalan, Pertamanan dan Pemakaman (DPJPP) Kota Palembang telah mensiagakan mobil tangki untuk menyiram tanaman. Sebanyak 18 unit mobil tangki siap di fungsikan untuk menyiram tanaman yang berada baik di taman-taman kota maupun yang ditanam di pinggir jalan dan di median jalan.

“Saat ini sudah mulai masuk musim kemarau, kita sudah siagakan mobil tangki penyiram tanaman untuk mengatasi kekeringan tanaman di musim kemarau,” kata Kepala Dinas melalui Sekretaris DPJPP Palembang, Noprian Fadillah.

Berita Sejenis

DPJPP Sediakan 4.000 Lampu Jalan Baru 

Bukan hanya mensiagakan mobil tangki penyiram tanaman namun juga menambah jumlah personil yang terjun langsung kelapangan untuk menyiram tanaman. Jika biasanya penyiraman dilakukan sampai jam sepuluh malam, nantinya jadwal penyiraman akan diperpanjang  sampai dengan jam dua dini hari.

Mengenai tempat pengambilan air untuk penyiraman jelas Noprian, bukan hanya didapatkan dari Air baku dari sungai Musi. namun juga memanfaatkan air kolam di Palembang Icon Mall. Untuk menghindari proses penguapan matahari  jadwal penyiraman sendiri tambahnya akan dilakukan pada malam. “Mengingat puncak kemarau itu kira-kira pada Agustus-September karena itu penyiraman akan lebih di intensifkan lagi,” jelasnya.

Saat ini taman yang ada di kota Palembang berada di Simpang Polda, Kambang Iwak, POM IX. Lebih lanjut Noprian mengatakan saat ini, pihak nya terkendala lahan yang mulai habis di kota Palembang untuk menambah taman-taman kota yang dapat menambah cantik dan hijaunya kota Palembang. Banyaknya fungsi yang bisa dijadikan pada taman seperti tempat olah raga, tempat interaksi masyarakat, arena bermain anak-anak seharusnya bisa dijadikan alasan untuk dapat menambah taman-taman yang ada.

Karena itu butuh juga peran dari masyarakat untuk sama-sama memelihara taman-taman yang ada. “Fasilitas umum berupa taman dari pengembang perumahan tentu akan dimanfaatkan. Jadi bukan hanya sekedar tanaman-tanaman saja,” tukasnya (korankito.com/ria)