TPID Sumsel Siap Kendalikan Inflasi Sampai Akhir Tahun

3

Palembang – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Selatan telah menunjukkan kinerjanya dalam memberikan dampak positif dalam pengendalian inflasi di Sumsel selama Ramadhan lalu. 

Sekretaris Daerah Sumsel yang juga menjabat sebagai Ketua TPID Sumsel, Mukti Sulaiman mengungkapkan, berbagai upaya strategis telah dilakukan timnya untuk menanggulangi pelonjakan barang tersebut. Seperti kegiatan pasar murah, operasi pasar berbagai macam komoditas sembako maupun bawang merah, cabai merah, daging ayam dan daging sapi, kordinasi teknis pelaksanaan operasi pasar di beberapa titik, pelaksanaan sidak pasar, kegiatan pemantauan distributor, dan serta komitmen yang kuat dan peran aktif dari seluruh anggota.

“Ini menjadi bukti bahwa dengan adanya koordinasi yang intensif dan kerjasama yang kuat antar TPID Provinsi dan kabupaten/kota, inflasi di bulan Ramadan yang selama ini meningkat pada tahun 2016 dapat dikendalikan dengan baik,” ujar Mukti saat sambutan di Rapat Koordinasi TPID Provinsi Sumsel di Hotel Arista, Jumat (15/7).

Diharapkan Mukti, kepada tim untuk tidak berpuas diri dan terlena dengan pencapaian sekarang, karena akan menghadapi enam bulan ke depan dimana masih terdapat potensi risiko kenaikan inflasi seperti natal, tahun baru dan potensi musim kemarau.

“Penting lihat inflasi, melajukan kontribusi pikiran, harus tetap solid dalam melakukan kerjasama internship dengan sisa tahun ini yaitu dengan Bulog dan instansi terkait. Misalnya beras murah masing-masing punya kendala titik kontribusi, segera cari jalan keluarnya,” tegas Mukti.

Pada kesempatan acara, hadir Kepala Perwakilan BI Sumsel, Hamid Ponco Wibowo, dan TPID dari Kota Palembang serta TPID Lubuklinggau. Untuk masing-masing kedua tim tersebut dianggap dua kota inflasinya tertinggi dibandingkan daerah lainnya.

“Tentu selalu lakukan koordinasi dan tetap solid dalam melaksanakan kegiatan pengendalian inflasi dengan koordinasi yang insentif dan kerjasama yang kuat di sisa tahun 2016,” pungkasnya. (korankito.com/rel)