Bisa Dipercaya

Pemasangan Trafic Light Jalan Merdeka Tidak Efektif

IMG_20160716_150410_HDR_1468662444832

Palembang – Rekayasa lalu lintas yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang dalam rangka penutupan Jalan Sultan Mahmud Badaruddin di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) dinilai tidak matang. Pantauan korankito.com, Sabtu (16/7) titik kemacetan masih tampak di sepanjang jalan merdeka dimulai dari depan Kantor Dinkes Palembang menuju Ampera dan juga sebaliknya menuju Kantor Walikota.

Meskipun lampu pengatur lalu lintas (trafic light) telah dipasang di sisi kanan dan kiri sebagai pengatur arus kendaraan dan juga sebagai upaya untuk mengurai kemacetan dari dua arah, dirasakan tidak ada bedanya saat belum adanya lampu lalu lintas tersebut. Tampak dua petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Palembang standar by berdiri dan mengatur arus lalu lintas dari kedua arah dan terkesan kewalahan dalam mengatur pengendara kendaraan.

Berita Sejenis

Delapan ‘Teroris Jakfar’ Ditetapkan Tersangka

Juruparkir Cekoki Miras dan Perkosa Bocah SD

Kids Zaman Now Menguncangkan Dunia

1 daripada 3.081

Bahkan masih saja ada pengendara yang mencoba untuk menerobos lampu pengatur lalu lintas meskipun dalam lampu berwarna merah. Tak ayal hal tersebut harus membuat petugas Dishub harus turun tangan mengatur agar pengendara dari dua arah tersebut jangan sampai saling mendahului.

Rekayasa jalan ini pun berpengaruh terhadap pejalan kaki. Karena pejalan kaki yang akan menggunakan angkutan umum (angkot) dari depan kantor pos tidak bisa lagi menunggu angkot dari depan kantor pos.

“Tadi tidak boleh nunggu angkot di sini (depan kantor pos), harus jalan nian depan lapas. Dak ngerti pulo,”keluh Wati, salah satu warga.

Pengendara motor lainnya Supri juga mengatakan kemacetan di jalan merdeka tersebut sangat luar biasa. Jika biasanya melintas di jalan merdeka tidak pernah menemui kemacetan, namun sekarang sejak adanya rekayasa jalan karena penutupan jalan di BKB menjadi macet. “Sampai kapan kemacetan di jalan merdeka ini,” tukasnya.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Sulaiman Amin mengatakan penerapan rekayasa lalu lintas saat ini sudah dilakukan dengan membuka jalur baru. Dijelaskannya, rute sebelumnya semua kendaraan melintas di belakang BKB. Namun sekarang  rutenya melalui jalan depan BKB.

“Kendaraan yang melaju dari jalan Merdeka akan menuju ke Ampera bisa melalui jalan di depan Lapas Wanita Merdeka melintasi median jalan dan memotong jalan di depan kantor pos,” jelasnya.

Mengenai potensi besarnya kecelakaan yang bisa terjadi akibat adanya pembagian ruas jalan dalam satu lajur menurut Sulaiman Amin akan di siasati dengan memberikan lampu pengatur lalu lintas yang akan di pasang pada hari ini juga. “Nanti malam sudah akan dipasang lampu pengatur lalu lintas tersebut,” pungkas dia. (korankito.com/ria)