Bisa Dipercaya

Majelis  Hakim Tolak Eksepsi Zella

IMG-20160714-00507

Palembang – Kasus penggelapan uang  penjualan pakaian senilai Rp 97,275 juta, yang diduga dilakukan oleh Zella Zainab (20), tampaknya harus terus berlanjut, dikarenakan eksepsi yang dilakukan terdakwa Zella melalui kuasa hukumnya ditolak majelis hakim, dalam persidangan di PN Klas 1A Khusus Palembang, Kamis (14/7).

“Surat dakwaan sudah jelas dan tidak kabur, oleh karenanya menolak eksepsi terdakwa” ujar ketua majelis hakim, Amron.

Berita Sejenis

Gelapkan Barang Inventaris, Asisten Perusahaan Dibui

​Oknum PNS Dispenda Dipolisikan

Ditangkap Usai Gelapkan Uang Ratusan Juta

1 daripada 7

“Selain itu, pada dakwaan juga sudah jelas adanya identitas terdakwa yang sudah dibenarkan oleh terdakwa sendiri. Dengan demikian, pernyataan pengacara terdakwa yang menilai identitas terdakwa tidak jelas tidaklah terbukti,” tambah Amron.

Usai memutuskan sidang dilanjutkan, majelis hakim meminta jaksa penuntut umum untuk memanggil saksi yang dinilai mengetahui perbuatan perempuan berparas manis tersebut. Sidang keterangan saksi diagendakan digelar pada pekan depan.

Terungkap dipersidangan, JPU Kejari Palembang, M Faisal  mendakwa Zella dengan dua pasal sekaligus, yakni pasal 374 KUHP dan pasal 372 KUHP. Zella dijerat dua pasal itu karena diduga sudah menyelewengkan uang penjualan pakaian di toko tempat ia bekerja. Tak tanggung-tanggung, Zella dilaporkan sudah melarikan uang toko dengan total Rp 97,275 juta.

Lebih lanjut Faisal menyampaikan dalam dakwaan bahwa  terdakwa Zella sudah melakukan penggelapan diduga sejak Juli 2015 hingga Maret 2016. Dari data yang tercatat di komputer toko, perempuan yang diberi jabatan sebagai supervisor sekaligus petugas kasir di Toko Zepper Point PTC Mall milik Distie Fitriana ini sudah melakukannya sebanyak 541 kali, dimana per harinya ada tiga penjualan yang uang pembayaran ia gelapkan. (korankito.com/ria)