Hari Pertama Sekolah, Orangtua Diperbolehkan Masuk Kelas

IMG_20160714_112342_HDR

Palembang – Senin (18/7) mendatang adalah hari pertama masuk sekolah di tahun ajaran baru 2016-2017. Para orang tua pun diperbplehkan untuk mendampingi anaknya saat hari pertama tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Drs Widodo MPd mengatakan, pada hari pertama masuk sekolah nanti, orang tua diwajibkan untuk mendampingi anak untuk masuk kelas terutama bagi anak yang baru masuk sekolah di bangku kelas I SD.

“Orang tua harus dampingi sampai masuk kelas, suasana pertama masuk kelas dan lingkungan yang baru tentu harus butuh penyesuaian,” ungkapnya.

Dikatakan, pada hari pertama masuk sekolah nanti tentu akan ada anak yang masih butuh pendampingan orang tua. “Nah, guru tidak boleh mengusir orang tua yang mendampingi anaknya, biarkan saja untuk penyesuaian,” terangnya.

Dijelaskan Widodo, orang tua yang mendampingi anaknya untuk masuk ke dalam kelas hanya diperbolehkan dalam waktu tiga hari saja. “Setelah itu, anak harus dilatih untuk masuk kelas sendiri, dan orang tua hanya mengawasi di luar lingkungan sekolah saja,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengimbau agar orang tua mengantar anak di hari pertama masuk sekolah. Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor: 4 Tahun 2016 tentang Hari Pertama Sekolah tertanggal 11 Juli 2016. Melalui surat tersebut, Anies Baswedan memandang perlu ada kampanye Hari Pertama Sekolah agar para orang tua bisa mengantarkan anaknya di hari pertama anak-anaknya masuk sekolah.

Senada, Mendagri Tjahjo Kumolo pun mengizinkan PNS untuk antar anaknya di hari pertama sekolah SD, SMP, SMA.”Saya sudah bicara dengan Mendikbud ini hanya untuk anak yang baru masuk di SD, sekolah SMP, baru masuk sekolah SMA dan setingkatnya. Saya kira ini (kalau) buat PNS, saya kira enggak ada masalah lah,” kata Tjahjo di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/7).

Tjahjo memberi restu bagi PNS yang mengantar anaknya, dengan syarat anak tersebut baru kelas 1 SD, kelas 1 SMP, dan kelas 1 SMA. Ia bahkan meminta kepala daerah untuk memberikan izin terlambat bagi PNS yang mengantar anaknya.”Saya kira kepala daerah memberikan izin sekian jam untuk dia terlambat masuk untuk mengantar anaknya yang pertama kali menginjakkan sekolah. Bukan yang kelas 2, kelas 3 tapi yang pertama kali menginjakkan sekolah masuk SD, SMP, SMA,” ujar Tjahjo.

Menurut Tjahjo, pendidikan sekolah dengan keluarga di rumah harus ada keterikatan. Hal itu agar sekolah dengan pihak rumah ada komunikasi.”Saya kira pendidikan tidak hanya di sekolah, tetapi bagaimana keterkaitan orang tua dan rumah,” kata Tjahjo. (korankito.com/reno/dtc)