Bisa Dipercaya

Buron Dua Tahun, Pelaku Pembunuhan Ditangkap 

Jpeg

Palembang – Sempat buron selama dua tahun, tersangka pembunuhan terhadap Andri Gunawan yang merupakan petugas keamanan pasar Lemabang, akhirnya berhasil ditangkap Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palembang, Jum’at (15/7) sekitar pukul 21:00 WIB di rumahnya.

Adapun tersangka yang diamankan yakni, Isnin (24) warga Jalan Bambang Utoyo, Lorong Cianjur, Kelurahan 2 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) II Palembang. Sedangkan, dua pelaku lainnya yang ikut menghabisi nyawa korban hingga saat ini masih dalam pengejaran.

Berita Sejenis

Bela Warga, Penjaga Malam Tikam ‘Preman Kampung’

Petani Tewas Bersimbah Darah

Selisih Paham, Udet Ditembak di Dekat Mapolsek

1 daripada 31

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan peristiwa pembunuhan tersebut, terjadi pada bulan November tahun 2014 silam, di kawasan rumah tersangka.

“Jadi awalnya, mereka berdua ini terlibat salah paham antara korban dan pelaku. Kemudian pelaku kembali pulang kerumah, dan kembali lagi ke tempat korban. Lalu, terjadi penganiayaan tersebut yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujarnya saat gelar perkara, Sabtu (16/7).

Lanjutnya, saat ditemukan, tubuh korban dalam keadaan bersimbah darah dengan luka tusukan sebanyak 13 kali, serta memar pukulan benda-benda tumpul. Pelaku akan dikenakan pasal 170 KUHP.

“Untuk barang bukti, kita amankan satu bilah pisau berserta sarung, sepotong kayu gelam yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban, dan pakaian korban. Setelah membunuhnya, pelaku melarikan diri ke Jakarta, baru satu bulan pulang ke Palembang, dan tadi malam kita tangkap dirumahnya,” ujar Maruly.

Sementara itu, tersangka Isnin mengakui perbuatannya yang sudah melakukan pembunuhan terhadap Andri. Menurutnya, ia merasa kesal lantaran korban terlebih dahulu mengancam hendak membunuh dirinya.

“Dia ngancem, mau bunuh saya pak. Jadi, pas dia masuk ke tempat kami, hendak menghantarkan nasi kerumah pacarnya, kami cegat dan habiskan nyawanya disana,” jelasnya.

Isni menambahkan, jika peristiwa pembunuhan tersebut bermula saat ia sedang berjudi main kartu Remi dengan korban. Lalu, Andri kalah dan meminjam uang dengan nya.

“Setelah main, dia mintak uang dengan saya, say bilang sudah tidak ada lagi, karena tidak menang. Nah, dari situlah dia marah-marah dan mengancam akan bunuh saya,” tegasnya. (korankito.com/denny)