Bisa Dipercaya

Anaknya Dianiaya, Erni Lapor Polisi 

Jpeg
Jpeg

Palembang – Tidak terima anak kesayangannya, Putra Oktadiansyah (14) sudah dianiaya oleh seorang, membuat Erni (34) warga Jalan KH Azhari, Lorong Tanggo Rajo, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, mendatangi Mapolresta Palembang, Sabtu (16/7) sekitar pukul 15:00 WIB sore.

Kedatanganya ke ruang Sentra Pelayan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, untuk melaporkan Mat Amin (35) seorang pedagang dikawasan pasar 16 Ilir, yang sudah memukuli anak kesayangannya tersebut.

Berita Sejenis

Vendor ATM Dianiaya Atasan

Sedih, Minta Putus Gadis Cantik Malah Dianiaya Kekasih

Pelajar SMP Dikeroyok Enam ABG

1 daripada 33

Dihadapan petugas piket SPKT, Erni mengatakan peristiwa tersebut terjadi, pada Jum’at (15/7) sekitar pukul 13:00 WIB. Dimana, anaknya tersebut sedang bekerja sebagai pelayan toko pakaian di Gedung Pasar 16 Ilir lantai III.

Lalu, datanglah terlapor yang langsung membenturkan kepalanya dengan kepala korban. Akan tetapi perlakuan kasar tersebut, cepat ditangkis oleh Putra, sembari meninggalkan pelaku sendirian.

Tidak hanya sampai disitu, pelaku kembali mengejar korban. Mat Amin kembali mencekik korban dan menampar pipi kanan Putra sebanyak dua kali, sehingga bibir korban mengeluarkan darah, dan dilarikan kerumah sakit.

“Saya tidak tau juga kejadiannya, tapi berdasarkan pengakuan anak saya seperti itu. Saya saja mendapatkan kabar dari temannya jam 11:00 tadi. Dia ini takut untuk bercerita, saya tidak senang perlakuan kasar ini, saya berharap pelaku cepat ditangkap,” ujarnya.

Sementara korban Putra membenarkan apa yang dikatakan ibunya tersebut. Menurutnya, jika sebelumnya ia dan terlapor tidak memiliki masalah sedikit pun. Tanpa sebab yang pasti, terlapor langsung memukuli dirinya.

“Saya tidak tau pak masalahnya apa, dia datang dan langsung mencekik, sempat saya tangkis. Tapi, dia kembali menampar saya sebanyak dua kali. Dia itu sedang dalam keadaan mabuk, karena dari mulutnya tercium aroma minuman keras,” katanya.

Disisi lain, pemilik toko Ari (26) warga Jalan DI Panjaitan, Lorong Mega Bendung, Kelurahan Sentosa, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, sempat mempertanyakan kepada terlapor, perihal sudah menganiaya Putra.

“Aku juga tidak tau pak kejadiannya bagaimana. Saat itu saya lagi keluar, dan ditelpon oleh istri mengatakan kalau Putra sudah dipukul oleh terlapor. Saya, sempat bertanya dengan pelaku, katanya hanya bercanda saja dengan korban,” ungkapnya.

Lanjutnya, tidak adanya itikad baik dari pelaku, membuat ia geram dan mengajak keluarga korban untuk melaporkan kejadian itu.

“Dianggapnya setelah masalah ini, tidak mau minta maaf atau apa, malah menantang untuk lapor polisi. Jadi, saya laporkan saja kesini. Dia ini ikut saya berjualan, jadi tanggung jawab saya kalau dia ada apa-apa,” cetusnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban untuk segera ditindak lanjuti. “Selanjutnya laporan dari korban, akan diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Palembang,” jawabnya singkat. (korankito.com/denny)