SMAN 1 Tingkatkan Disiplin Siswa Baru Lewat Latdis

48.09.SMAN 1Palembang-SMA Negeri 1 Palembang sejak 12 Juli lalu menggelar Latihan disiplin (latdis) kepada siswa kelas X. Latdis yang digelar di bawah arahan Kodim 0418 siswa kelas X SMAN 1 Palembang  dinilai telah meningkatkan rasa disiplin siswa-siswinya yang baru tersebut.

Dra. Maimun, M.Pd selaku waka kesiswaan SMAN 1 Palembang  mengaku, jika latdis ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa barunya. “Rata-rata sekolah unggulan saja yang melakukan kegiatan latdis sebelum melangsungkan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah (PLS) yang menggantikan kegiatan Ospek atau MOS. Untuk atribut yang dipakai hanya seragam resmi sekolah atau training lengkap untuk kegiatan latdis,” katanya.

Latdis ini dilangsungkan sejak tanggal 12 Juli 2016 dan berakhir pada tanggal 16 Juli 2016 mendatang. Sedangkan untuk penutup latdis ini akan dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2016 di Raider 200 Gandus dengan kegiatan outbond sebagai acara puncak sekaligus penutupannya.

“Latdis ini tujuannya untuk mendisiplinkan siswa, mengingat atmosfir pembelajaran di tingkat SMP dan SMA sangat berbeda. Tidak ada niatan untuk bullying, hanya mengajarkan pendisiplinan, terutama waktu dan sikap,” tegas Maimun ketika ditemui Koran Kito di ruang kerjanya di SMAN 1 Palembang, Kamis (14/07).

Banyak orang tua yang menyetujui kegiatan ini, Maimun mengaku jika kebanyakan orang tua sangat senang dengan adanya kegiatan ini karena meraka tidak perlu susah-susah membangunkan anaknya pagi-pagi untuk sekolah. Dan juga sikap mereka di rumah perlahan berubah menjadi lebih baik dan disiplin dari sebelumnya.

“Banyak orang tua yang menyampaikan rasa senangnya karena anaknya dirumah lebih disiplin, terutama untuk bangun pagi,” beber Maimun.

Senada, Dra. Hj. Sri Ardiani waka Humas menuturkan jika kurang lebih 403 orang siswa yang mengikuti kegiatan ini. Sedangkan untuk kegiatan PLSnya sendiri dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 18 dan 20 Juli 2016, dimana hari pertama diisi dengan pengisian materi dari guru-guru dari SMAN 1 sendiri dengan materi mengenai wiyata mandala dan hari kedua diisi dengan pertunjukan ekskul untuk menarik minat siswa baru memilih ekskul mana yang ia senangi.

“PLSnya selama 2 hari pada tanggal 18 dan 20 juli, materi hari pertama diisi oleh guru dengan tema wiyata mandala atau sikap menghargai dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekolah sebagai tempat menuntut ilmu pengetahuan. Hari kedua adalah pertunjukan 43 ekskul yang ada di SMAN 1,” jelas Sri kepada Koran kito.

Sementara itu, Drs. Widodo, M.Pd kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan mengatakan pengenalan sekolah itu perlu dan yang tidak boleh itu adalah tindakan bully dan merokok. Sebelum sekolah belum mendisiplin panitia dan senior untuk melaksanakan PLS, lebih baik tidak usah dilaksanakan.

“Dari surat edarannya, menteri mengharapkan tidak adanya pelecehan dan bullying. Kalau sekolah tidak bisa mendisiplin panitia dan senior di sekolahnya, ya lebih baik tidak usah ada PLS,” kata dia.

Lanjutnya, untuk mengundang militer sebagai pembimbing atau pelatih kedisiplinan itu sah-sah saja selama itu tidak melakukan tindak kekerasan. Yang tidak boleh itu senior melakukan tindakan militer kepada adik kelasnya. Latdis ini hanya untuk mendisiplinkan bukan untuk menjadikan sekolah itu berbasis militer.

“Jangan pernah berfikir bahwa sekolah akan dimiliterisasi, karena sekolah adalah sipil bukan militer. Yang tidak boleh itu anak-anak guling-guling di lumpur. Kan tujuannya untuk mendisiplinkan siswa bukan untuk membully,”pungkasnya. O ejak