Rekam E-KTP, Ditunggu Sampai Akhir September 

DSC_0011

Palembang – 30 September 2016 menjadi batas akhir bagi warga Palembang merekam data E-KTP. Jika tidak maka data kependudukan warga tersebut akan dihapus dari database Kemendagri. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Palembang mengimbau kepada seluruh warga Palembang yang sudah wajib KTP, untuk segera melakukan rekam data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el). Jika sampai 30 September 2016 tidak melakukan perekaman data, maka data kependudukan warga tersebut akan dihapus dari database di Kemendagri.

Kepala Dinas Dukcapil Palembang, Ali Subri mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat edaran ke seluruh kecamatan dan kelurahan, untuk mensosialisasikan hal ini. “Edaran sudah kita kirimkan sejak satu bulan lalu, tepatnya sebelum bulan puasa. Kalau data sudah dihapus, tentunya akan merugikan warga tersebut karena akan kesulitan membuat KTP,” jelas Ali.

Sampai saat ini, lanjut Ali, pihaknya belum menerima petunjuk teknis, jika data kependudukan tersebut sudah dihapus dari database. “Belum ada informasi lagi, yang jelas warga tersebut untuk sementara waktu sulit untuk membuat KTP. Karena, datanya sudah dihapus dari database,” bebernya.

Untuk itu, lanjut Ali, diharapkan warga yang sudah wajib KTP segera merekam datanya ke kantor camat masing-masing. “Sampai saat ini, diperkirakan jumlah warga yang wajib KTP di Palembang mencapai 50 ribu jiwa. Jumlah ini belum termasuk kalau ada penambahan dari warga yang belum masuk usia 17 tahun, tapi sudah menikah,” papar dia.

Ali juga mengimbau, agar masyarakat yang sudah menerima informasi dari Dinas Dukcapil berupa SMS atau telpon, segera mengambil KTPnya di Dinas Dukcapil Palembang. “Sekarang ini masih banyak warga yang sudah diberitahu, baru mengambil 3 bulan kemudian. Padahal, kalau sudah 3 bulan tidak diambil, maka KTP tersebut akan langsung didistribusikan ke kecamatannya masing-masing,”pungkasnya. (korankito.com/ria)