Pelaku Pemalsuan Tanda Tangan  Dituntut 6 Bulan Penjara.

IMG-20160713-00487

Palembang – Dengan alasan bahwa terdakwa Ir Rayendra Putra Subing MBA, bukan otak pelaku dalam kasus pemalsuan tanda tangan, JPU Kejati Sumsel Rahmat menjatuhkan tuntutan kepada terdakwa selama 6 bulan penjara.

Hal ini disampikan Rahmat ketika dikomfirmasi beberapa awak media, dalam agenda penundaan persidangan dengan agenda pembelaan, di Pengadilan Negeri Klas 1A Khusus Palembang, Rabu (13/7). menurutnya bahwa terdakwa dikenakan pasal 236 ayat (1) yang ancaman hukumanya tidak sampai 5 tahun penjara, namun lantaran terdakwa bukanlah otak pelaku maka tuntutan 6 bulan penjara sudah dianggap sedang.

“Itu sudah sedang, karena terdakwa bukan otak pelaku” ujar Rahmat, ketika disinggung jauhnya perbedaan ancaman hukuman yang dikenakan  dengan tuntutan yang dijatuhkan pada terdakwa

Sementara itu sidang yang sejogyanya digelar dengan agenda pembelaan, terpaksa ditunda lantaran pembelaan dari penasehat hukm terdakwa belum siap. “Kami minta tunda hingga minggu depan, karena pembelaan yang seharusnya dibacakan hari ini belum siap”  terang  Haris Munandar SH.

Lebih lanjut, ketika disinggung telah berapa kali permohonan penundaan pembelaan, dirinya menyampaikan bahwa hal tersebut sudah biasa, dan ini baru yang pertama kalinya. “Biasa saja, lagian ini juga permohonan kami yang pertama” tegas nya. (korankito.com/ria)