STIK Siti Khadijah Targetkan 510 Mahasiswa Baru

IMG_20160713_121250_AO_HDR

Palembang – Animo pendaftaran calon mahasiswa baru di STIK Siti Khadijah cukup tinggi, pada gelombang pertama pendaftaran mahasiswa baru saja sudah terjaring 210 mahasiswa baru dari pendaftar yang hampir mencapai 400 pendaftar. STIK Islam Siti Khadijah sendiri menargetkan 510 mahasiswa baru untuk semua program studi.

Ditemui di ruang kerjanya Amri Majid, SE selaku Kepala Bagian Umum dan Keuangan yang juga merangkap menjadi sekertaris penerimaan mahasiswa baru STIK Islam Siti Khadijah mengungkapkan jika pada gelombang pendaftaran dan tes pertama pada tanggal 20 Juni 2016 lalu, telah terjaring 210 mahasiswa baru dari hamper 400 pendaftar calon mahasiswa baru. Kita targetkan pada gelombang kedua terjaring 300 mahasiswa baru. Dan untuk peserta yang gagal atau yang tidak lulus pada tes gelombang pertama, masih diberi kesempatan untuk mengikuti tes gelombang kedua.

“Targetnya 510 mahasiswa baru untuk semua program studi. Dari gelombang pertama yang lulus seleksi ada 210 mahasiswa dan saya harapkan pada gelombang kedua bisa terjaring 300 mahasiswa baru untuk mencapai target. Dan jika ada yang tidak lulus pada tahap pertama, maka masih diperkenankan untuk mengikuti tes seleksi gelombang kedua,” ungkap Amri, Rabu (13/07).

Lanjutnya, untuk seleksi gelombang kedua berlangsung pada tanggal 16 Agustus 2016 nanti. Jadi saat ini masih dibuka pendaftaran bagi calon mahasiswa yang berkeinginan untuk menjadi bagian dari STIK Islam Siti khadijah. Hingga saat ini, Rabu (13/07) tercatat sudah lebih dari 100 pendaftar calon mahasiswa baru di STIK Islam Siti Khadijah.

Tes seleksi untuk gelombang kedua masih sama seperti tes pada gelombang pertama yaitu tes tertulis (Pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Bhasa Inggris). Lalu untuk tes selanjutnya ialah tes kesehatan serta tes bebas narkoba, setelah lulus dari kedua seleksi tersebut akan disusun peringkatnya.

“Ada dua tahapan tes yaitu tertulis dan kesehatan. Untuk tertulis, mata pelajaran yang diujikan adalah matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Untuk tes kesehatannya ialah tes keseluruhan jasmani dan rohani plus tes bebas  narkoba,” jelasnya.

Selain itu, untuk kegiatan setelah dinyatakan lulus maka para mahasiswa diwajibkan mengikuti kegiatan PPS (Program Pengenalan Studi) yang dimulai 1 September 2016. PPS sendiri berlangsung selama 4 hari (2 hari indoor dan 2 hari outdoor) tanpa menggunakan atribut selain pakaian resmi hitam putih dengan pengawas dari dosen dan mahasiswa senior.

“Kegiatan PPS ini bertujuan untuk mencegah bullying seperti pengalaman di beberapa universitas lain yang melangsungkan kegiatan ospek sebagaimana sebelum diganti menjadi PPS. jadi mereka lebih diajak untuk berdiskusi kelompok, bakti sosial dan pengenalan lingkungan dari pukul 07.00 – 16.00 wib selama 4 hari berturut-turut,” punskasnya. (korankito.com/eja)