Geng Perampas Motor Sadis Dibekuk

Jpeg

Jpeg

Palembang-Lima dari delapan tersangka geng motor yang sering melakukan perampasan kendaraan bermotor dan meresahkan masyarakat Kota Palembang, berhasil ditangkap oleh anggota Satreskrim Polsek Sukarami Palembang.

Kelima tersangka adalah Eko Pornandes (22), warga Komplek Bougenvil AD, No 05, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang Alang Lebar, David Ronaldo (16), warga Jalan Lubuk Kawah, Lornb Keluarga III, No 141, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami Palembang.

Ebie Prayoga (18) dan Suryono alias Yono (23), warga Jalan Kol H Burlian, KM 7,5 serta Deni Sutra alias Moeng (23), warga Jalan Sukakarya, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Tommy Arya Dwianto didampingi Kapolsek Sukarami Kompo Nurhadiansyah mengatakan, penangkapan para pelaku bermula saat Polres Banyuasin menggelar razia terhadap kendaraan tanpa surat bulan Mei lalu. Kemudian didapatkan sebuah sepeda motor tanpa surat.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, pelaku mengaku kalau membeli sepeda motor bodong itu, dari salah satu tersangka. Dengan di-backup Polda Sumsel berhasil mengamankan tiga pelaku, SY, EP, dan DR,” ucapnya saat gelar perkara, di Mapolsek Sukarami, Rabu (13/7) siang.

Polsek Sukarami dibantu jajaran Satreskrim Polresta Palembang kembali melakukan pengembangan terhadap tersangka yang sudah ditangkap. Hasilnya, dua pelaku lainnya yakni DS dan EP berhasil ditangkap saat berada di kediamannya.

“Saat ini kita masih melakukan pengejaran terhadap tiga tersangka yang masih DPO, masing-masinh berinisial TH, EW, dan RO. Setelah dilakukan pemeriksaan, dan laporan dari korban didapatkan kalau mereka ini sudah melancarkan aksinya sebanyak 14 kali,” imbuhnya.

Dari tangan pelaku, pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa, dua bilah senjata tajam, dua buah sepeda motor merk Honda Beat warna putih dan merk Satria FU hitam, serta sebuah telepon genggam dan surat-surat kendaraan bermotor.

“Mereka akan kita kenakan pasal 365 KUHP. Jadi, modus yang digunakan pelaku dengan cara mengejar dan memepet korbannya. Setelah itu, mereka langsung membacok tangan kiri, dan menendang korbannya sehingga terjatuh dari motor. Ketika itulah, para pelaku langsung merampas sepeda motor milik korban lalu kabur,” katanya.

Menurut Tommy, kawanan pelaku ini dikenal sangat sadis saat menjalankan aksinya. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak melintasi jalan yang sepi dan gelap.

“Masyarakat harus berhati-hati saat melintasi tempat-tempat sepi di malam hari. Kalau bisa hindari jalan-jalan yang gelap dan sepi, tapi kalau memang harus melintasi tempat di sana, segera meminta kawalan dengan anggota kepolisian,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, terakhir kali kawanan begal ini beraksi pada, Senin (20/6) sekitar pukul 23:00, di Jalan Tanjung Api-api, Komplek Talang Kedondong, tepatnya di depan dealer mobil Hino, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Saat itu, korban Rahayu Nurli Agustina (20), warga jalan Talang Jambe, Lorong Karantina, No 110, Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Palembang, beserta orangtuanya melintasi TKP.

Tiba-tiba, Rahayu dihadang delapan orang yang tidak dikenal dengan membawa senjata tajam. Lantas, para pelaku lansung merampas tas milik korban beserta sepeda motor Honda Beat hitam merah nopol BG 3573 ZN milik ayahnya. Pelaku pun tak segan-segan melukai korban.

Salah satu tersangka, Suryono mengakui sudah enam kali melancarkan aksinya. Hasil dari kejahatannya digunakannya untuk biaya makan sehari-hari, lantaran ia tidak memiliki pekerjaan yang tetap.

“Sudah enam kali, uangnya untuk biaya hidup anak dan istri saya. Tidak ada ketuanya kami, inisiatif sendiri-sendiri,” ujarnya.korankito.com/deny