Bisa Dipercaya

Pemkot Tutup Jalan BKB

Pengalihan arus jalan yang dilakukan petugas Dinas Perhubungan Kota Palembang saat mengalihkan arus bagi kendaraan roda dua dan empat untuk tidak melintas dipelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang. Pengalihan arus ini sempatg membuat kemacetan.
Pengalihan arus jalan yang dilakukan petugas Dinas Perhubungan Kota Palembang saat mengalihkan arus bagi kendaraan roda dua dan empat untuk tidak melintas dipelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang. Pengalihan arus ini sempatg membuat kemacetan.

 

Palembang – Sejak Selasa (12/7) , Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mulai melakukan penutupan Jalan Sultan Mahmud Badarudin yang berada di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) selama 24 jam. Penutupan Jalan Sultan Mahmud Badarudin ini sesuai dengan keputusan Walikota Palembang nomor 151 tahun 2011 untuk menjadikan kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) bebas dari aktivitas kendaraan bermotor. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang Sulaiman Amin mengatakan, penutupan tersebut ini merupakan program dari Pemkot Palembang agar BKB steril dari kendaraan dan pedagang, karena areal ini dikhususkan untuk menjadi lokasi wisata kota Palembang. Untuk itu, Dishub malakukan rekayasa rute baru bagi angkutan umum. Sedangkan untuk para pedagang serta parkir kendaraan akan dialihkan ke bawah Ampera dan seputaran Pasar 16 Ilir.

Ia mengungkapkan, penutupan jalan Darusalam ini pun dikarenakan adanya pekerjaan pembuatan taman dan pembangunan tugu Belido di pelataran BKB. Pihaknya dibantu Satuan Polisi Pamong Praja dan kepolisian untuk penutupan areal BKB sehingga ke depan tidak lagi ada kendaraan yang parkir serta pedagang yang berjualan disini.

Berita Sejenis
1 daripada 3.075

“Dari Dishub kota Palembang kita menurunkan 60 personil untuk penutupan areal BKB dan juga untuk melakukan rekayasa rute baru angkutan umum. Kita juga sudah mengedarkan surat edaran kepada sopir angkot sekaligus kita sosialisasikan rute baru yang akan dilewati. Untuk masyarakat yang ingin mengunjungi BKB, kendaraannya bisa diparkir di samping kantor walikota dan di bawah Ampera. Jadi tidak ada satu pun kendaraan yang parkir di BKB kedepannya,” ungkap Amin.

Amin menjelaskan, untuk rute angkutan umum dari Ampera-Bukit Besar, Ampera-Perumnas, Ampera-Tangga Buntung, dan Ampera-Pakjo diwajibkan untuk melalui trayek dari arah jalan Merdeka-Jl. Rumah Bari-Bekangdam-Jl. Sekanak kembali ke Jl. Merdeka (berputar di belakang Kantor walikota Palembang. Sedangkan untuk rute angkutan umum Ampera-Plaju, Ampera-Karya Jaya dan Ampera-Pasar Induk wajib melalui ruas jalan dari arah jembatan Ampera turun  Jl. Nusa Indah-terminal Ampera-bawah jembatan Ampera-Jl. Tengkuruk selanjutnya naik ke atas jembatan Ampera (berputar di bawah jembatan Ampera).

Senada, Kepala Satuan Pol PP kota Palembang Tatang Duka Direja menuturkan, untuk pedagang akan di pindahkan ke Pasar 16 Ilir, jadi BKB khusus untuk wisata. Pihaknya pun menurunkan 30 orang personil Pol PP untuk membantu penertiban areal BKB. Akan ada tiga shift, pagi sore dan malam selama tiga bulan untuk sementara ini, setelah itu akan dilakukan evaluasi.

“Kita sudah berkolaborasi berdasarkan arahan walikota untuk penertiban di BKB, sasaran kita adalah kendaraan yang nekad parkir dan memasuki areal BKB serta pedagang yang berjualan disini. Dalam waktu dekat akan kita arahkan ke Pasar 16 Ilir di bawah arahan PD Pasar dan Disperindagkop. Kalau pedagang masih nekat, kita akan angkut karena mereka karena tidak mendukung dan mencintai kota Palembang,” jelas Tatang kepada Koran Kito.

Sementara itu, Kepala Bagian Operasional Polres Palembang Kompol Andi Kumara mengungkapkan jika pihaknya mendukung penuh kebijakan dari walikota Palembang. “Untuk personilnya masih dirapatkan kebutuhannya berapa banyak. Berapapun kita siapkan untuk mengamankan BKB. Kita sangat mendukung karena dengan terpusatnya keramaian dan areal parkir maka akan mempermudah kepolisian untuk memantau dan menjaga keamanannya,” kata Andi.

Dilanjutkan Andi, pihaknya juga sudah menyiapkan 1 mobil patroli yang siap siaga selama 24 jam di areal BKB untuk memantau areal BKB. “Mobil ini sudah stand by selama seminggu terakhir. 24 jam seharinya. Selama ini yang terjun ke areal BKB hanya tim UKL (Unit Kerja Lengkap) yang artinya tidak ada mobil patroli tapi meraka tetap memantau disini untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat yang beraktivitas di BKB,” pungkasnya. (korankito.com/ejak)