Selama Lebaran Volume Sampah Tembus 900 Ton

IMG_9827

Palembang – Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah yang selalu di isi dengan sholat Ied setiap tahunnya selalu diikuti oleh ribuan warga di Kota Palembang. Hampir di setiap pelataran Masjid, Mushola bahkan jalan-jalan dipenuhi oeh ribuan manusia yang melakukan sholat ied sembari beralaskan koran. Bisa di pastikan akan terjadi peningkatan sampah setelah selesai sholat tersebut.

Sampah-sampah yang dihasilkan juga selain dari sampah sisa sholat, juga didominasi sampah rumah tangga dan sampah tradisional. Berdasarkan data dari Dinas Kebersihan Kota Palembang, volume sampah yang didominasi dari rumah tangga dan pasar tradisional ini tembus hingga 900 ton.

“Pada H-1 Lebaran dan pada saat lebaran sampah meningkat hingga mencapai 900 ton yang diangkut. Padahal biasanya hanya sekitar 700 ton,” kata Sekretaris DKK Palembang, Mahbuk, kemarin (10/6).

Sampah yang diangkut, dilanjutkan Mahbuk berasal sampah rumah tangga, pasar tradisonal dan masjid-masjid. Sampah ini dikirim di tempat pembuang akhir (TPA) Sukawinatan dan Karyajaya, Kertapati. “Semua sampah tidak dibuang ke Sukawinatan. Karena sampah dapat dibuang di TPA Karyajaya. Dengan adanya dua lokasi ini, sampah tidak menumpuk disatu TPA saja,” kata Mahbuk.

Mahbuk menambahkan, DKK sendiri sudah mengantisipasi adanya peningkatan volume sampah ini. Selama lebaran pihaknya membentuk tim penanggulangan sampah. Baik itu yang bertugas pada malam hari maupun siang hari. Dengan adanya tim ini, lanjut dia, semua sampah dapat diangkut, sehingga tidak ada sampah yang menumpuk di pembuangan sementara.

“Tujuannya Palembang jadi tetap bersih, rapi dan indah, seperti yang selama ini diintruksikan Walikota Palembang,” beber dia. Menurut Mahbuk, saat ini pihaknya telah menetapkan pembagian untuk warga Seberang Ulu, Gandus dan IB 1 dibuang ke Karyajaya. Sedangkan 10
Kecamatan lainnya masih dibuang di Sukawinatan.“TPA Sukawinatan masih cukup untuk menampung sampah yang dibuang oleh masyarakat,” bebernya. (korankito.com/ria)