RS Myria Palembang Diteror Bom

IMG-4565-9787-584646

Palembang – Rumah Sakit Myria yang berada di Jl Kol H. Burlian Kota Palembang sempat digegerkan dengan isu teror bom yang diduga dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab, Senin (11/7) sekitar pukul 09:30 WIB.

Informasi yang berhasil di himpun dari petugas operator RS. Myria, M Catur Yuliantoro (19) mengatakan  jika teror bom tersebut berawal dari penelpon tanpa identitas yang mengatakan bahwa rumah sakit tersebut akan di bom. Ancaman bom tersebut langsung kami respon dengan menelpon pihak kepolisian.

“Saat itu kami mendapat telepon misterius. Awalnya suara penelepon tidak jelas, tapi saat telepon yang kedua ada suara dari seorang pria kalau sebentar lagi akan meledakan bom di rumah sakit ini. Mendengar ancaman itu lalu kami langsung menghubungi polisi pak,” ungkapnya.

Mendapat informasi tersebut, pihak Polresta Palembang yang telah berkoordinasi dengan pihak Polsek Sukarami besertta Gegana Satbrimob Polda Sumel langsung turun dan melakukan penelusuran dan penyisiran di sekitar RS. Myria terkait adanya ancaman bom tersebut.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Tommy Dwi Aryanto mendatangi langsung lokasi untuk melakukan pengecekan. Iamengungkapkan, usai mendapati laporan, jajaran Polresta langsung mendatangi rumah sakit melakukan pengecekan dan pemeriksaan. Usai penyisiran tidak ditemukan benda mencurigakan.

“Hasilnya tidak ada ditemukan bom. Atas kejadian ini tentunya kita akan melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku teror tersebut,” tegas Kapolresta.

Adanya ancaman bom ini tidak membuat pelayanan di rumah sakit terganggu. Pantauan Korankito.com di RS Myria, pelayanan rumah sakit juga masih berjalan seperti biasa dan tidak terlihat kepanikan pada pasien dan pengunjung rumah sakit. Keluarga pasien pun masih terus mengurus administrasi seperti biasa.

Humas RS Myria, dr Oktavianus Tambun menjelaskan, pihaknya sekarang masih terus bekoordinasi dengan polisi. Layanan tetap berlangsung lancar. “Selama saya bertugas sejak 2013, baru kali ini ada ancaman bom. Tapi pada 2012, juga ada ancaman bom melalui telepon,” ujar Oktavianus. (korankito.com/kardo).