85 Atlet Disabilitas Sumsel Mulai TC

images (2)-1Palembang-Sedikitnya 85 atlet disabilitas Sumsel akan menjalani Training Center (TC) di Jakabaring Sport City (JSC), pekan ini. TC ini guna menyambut pagelaran Pekan Paralimpic Nasional (Peparnas) ke XV di Jawa Barat, 15 hingga 24 Oktober 2016.

Ketua Umum National Paralimpyc Committe (NPC) Sumsel Ryan Yohwari mengatakan, program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) dikatakan terlambat dibanding dengan daerah lain atau pun dibanding dengan TC PON.

Apalagi, Pelatda ini harus dilakukan dengan memakai uang honor atlet. “Saya putuskan nekat bahwa TC penuh mulai 14 Juli ini. Saya tidak mau teman-teman tertinggal terlalu jauh. Walau tak ada dana dan memakai dana honor teman-teman,” ujar Ryan Yohwari, Senin (11/7).

Bahkan, Ryan Yohwari yang juga juara dunia bulutangkis dan masuk dalam skuad Pelatnas memilih mundur dari Pelatnas demi fokus dalam membina atlet disabilitas Sumsel berprestasi di Peparnas XV kali ini. “Kita ada waktu tiga bulan dan target kita sejak awal memperoleh delapan besar dengan sedikitnya 30 emas,” tutur Ryan.

Dari 85 skuad yang akan menjalani TC penuh, 70 adalah atlet Peparnas Sumsel. Sementara sisanya 15 orang adalah atlet potensial yang juga terus dilatih.

Tak tanggung-tanggung, atlet disabilitas mematok target delapan besar. Sementara tim PON Sumsel menargetkan sepuluh besar. “Kita ada tiga cabor andalan. Di PON, Sumsel target sepuluh besar, kita disabilitas target delapan besar,” jelasnya.

Tiga cabor andalan yakni atletik, renang dan catur dengan total 70 atlet. Mereka diharapkan mampu menggeliatkan prestasi disabilitas Sumsel. Sebab beberapa punggawa atlet disabilitas Sumsel ini merupakan pemain yang namanya tak diragukan lagi.

“Optimis, catur kita ada Yuni kemudian renang ada Jendy, atletik ada Amirullah. Dan ada lima atlet kita yang baru saja diboyong ke pelatnas. Artinya, perkembangan atlet kita cukup berkembang secara signifikan dibanding daerah lain,” pungkasnya.(korankito.com/resha)