Gubernur Sumsel Berbagi Pengalaman di WCSMF 2016

image2

Singapore – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H Alex Noerdin sejak World Cities Summit Mayors Forum (WCSMF) 2011 selalu hadir sebagai undangan VVIP. Kali ini beliau didampingi oleh Asisten II Setda Provinsi Sumsel Bidang Ekonomi & Pembangunan, Yohannes H. Toruan serta Kepala Satker Perencanaan & Pengendalian Program Infrastruktur Permukiman Provinsi Sumsel, Yudiansyah kembali menghadiri WCSMF 20016 di Singapore. WCSMF diawali dengan pelaksanaan Mayors Forum 2016 yang digelar di Sands Expo & Convention Center Singapore, Minggu (10/7). Usai pembukaan, WCSMF dilanjutkan dengan pembukaan resmi dua event lainnya yakni Singapore International Water Week dan Clean Enviro Summit.

WCSMF dibuka oleh Singapore Minister Of National Development, Lawrence Wong. Ia menjelaskan bahwa event kali ini dihadiri oleh sekitar 100 walikota dari seluruh dunia, diantaranya dari Los Angeles, Mekkah, Kingston Jamaica, San Fransisco, Adelaide, Xiamen China, Amsterdam, Incheon, Moscow, Johannesburg dan Medalin Colombia. Event ini berfokus pada tema Liveable & Sustanable Cities: Innovative Cities of Opportunity.

Lawrence Wong berharap, melalui event ini, para Walikota yang hadir dapat saling berbagi pengalaman keberhasilan, khusunya terkait penanganan masalah dan pengembangan perkotaan.

Pada sesi pertama WCSMF 2016, para Walikota diundang untuk menyampaikan kisah keberhasilan terkait penanganan masalah permukiman, transportasi, pembangunan, eknomi dan keberlanjutan.

Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin berkesempatan menyampaikan pengalamannya dan menyiapkan readiness criteria, sehingga Sumsel khusunya Kota Palembang selalu tampil dan dinilai siap untuk menerima dukungan APBN pada setiap tahunnya, yang berkonsentrasi di bidang permukiman, transportasi dan pengembangan sumber daya air. Pembangunan berbasis keberkelanjutan diberbagai bidang inilah yang secara langsung berdampak nyata dalam pembangunan pertumbuhan kemasyarakatan.

Selanjutnya, pada sesi kedua setelah makan siang, kembali Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin berbicara terkait strategi inovasi dalam pembangunan Jakabaring Sport City (JSC), yang saat ini telah tumbuh dan berkembang menjadi komplek olahraga terpadu, terlengkap dan terbaik di Indonesia. Pembangunan JSC inilah yang membawa Provinsi Sumsel dipercaya mengemban tugas besar internasional sebagai tuan rumah Asian Games 2018 bersama dengan Jakarta.

Strategi ini terbukti ampuh karena berhasil menarik dukungan APBN bahkan hibah luar negeri puluhan triliun rupiah untuk membangun jembatan dan flyover/underpass, jalan tol, infrastruktur dasar permukiman (Pengembangan Instalasi Pnegelaolhan Ailr Limbah Terpadu), serta sistem Light Rail Transit (LRT). Pembangunan diberbagai sektor ini bukan hanya diyakini tapi telah terbukti mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khusunya di Palembang.

Sasaran stretegis berikutnya, sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, adalah pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-api (KEK TAA) yang akan berperan sebagai wilayah terpadu outlet komoditas dari 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumsel dan juga sebagai kawasan industri yang mengelola komoditas tersebut, sehingga memiliki nilai tambah sebagai komoditas ekspor. KEK TAA dibangun dengan infrastruktur terpadu terkait transportasi (rel kereta dan pelabuhan samudera internasional), permukiman (instalasi pengelolahan air minum dan air limbah serta tempat pengelolahan akhir sampah) dan penegmabngan sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat Sumsel.

Disela kesibukannya mengikuti tahap demi tahap acara WCSMF 2016, Gubernur Sumsel menyempatkan kembali ke Palembang untuk melaksanakan acara Halal Bihalal bersama seluruh pegawai Pemprov Sumsel pada Senin (11 /7). Selanjutnya pada Selasa (13/7), Gubernur Sumsel akan menyempatkan kembali ke Singapura untuk kembali bergabung bersama Walikota dari seluruh penjuru dunia untuk mengikuti room to room conference marathon dengan berbagai perusahaan dunia, diantaranya Hewlett Packard, Microsoft dan Shell. (korankito.com/rel)