Curi Ponsel, Empat Bocah Diamankan

Jpeg

Palembang-Empat bocah belasan tahun harus mendekam di balik jeruji besi Mapolresta Palembang, lantaran terlibat kasus pencurian telepon selular alias ponsel milik Kurniawati (45), warga Jalan KH Azhari, Lorong Beringin Jaya, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu, Palembang.

Keempat pelaku adalah EK (13), IS (15), AJ (14), dan LY (15) yang tak lain masih tetangga korban sendiri. Mereka diamankan oleh Satreskrim Polresta Palembang, setelah diserahkan oleh pihak keluarga.
Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian pencurian tersebut berawal pada Selasa, (5/7) sekitar pukul 22:00. Pelaku EK masuk ke dalam rumah Kurniawati dengan cara membuka pintu rumah depan yang tidak terkunci, lalu mengambil handphone Samsung Tablet senilai Rp2 Juta.

Saat aksinya pertamanya berjalan mulus, EK kembali akan melancarkan aksinya, pada Kamis (7/7) sekitar pukul 20:00 WIB. Namun, pelaku kepergok korban yang sedang duduk di ruang tamu. Lantas, EK langsung berpura-pura bersilaturahmi ke rumah korban dan langsung menyalami Kurniawati.

Melihat gelagat yang tidak beres dari EK, korban pun langsung mempertanyakan perihal kehilangan telepon genggam miliknya. Akan tetapi, pelaku tidak mengakuinya. Namun, Kurniawati terus mendesak pelaku untuk segera mengaku. Merasa terdesak, EK pun akhirnya kabur meninggalkan korban.

“Saya sudah bilang dengannya untuk segera mengakui perbuatannya, namun dia tidak mau. Setelah saya bilang dengan adik saya, dia menyuruh untuk desak temanya, dan akhirnya teman mengakui perbuatan pelaku EK. Pas malam Kamis itu, mereka berdua yang ke rumah saya,” jelas Kurniawati.

Sementara, pelaku EK mengakaui kalau ia yang mencuri ponsel tersebut. Menurutnya, saat itu ia berpura-pura untuk bersanjo lebaran, namun melihat handphone terkapar, langsung diambilnya. Setelah itu, ia meminta ditemani IS untuk menjual barang curian tersebut.

“Hape itu saya berikan ke AJ dan LY untuk dijualnya. Setelah terjual, kami cuman dapat uang Rp250 ribu. Lalu, kami gunakan untuk makan-makan, beli rokok dan lainnya,” ujar bocah  putus sekolah ini.

Sedangkan, IS tidak mengetahui secara pasti kapan EK mengambil ponsel milik Kurniawati. Menurutnya, malam itu ia hanya diminta untuk menemani EK ke rumah korban untuk lebaran. Setelah EK masuk, ia hanya menunggu saja di luar rumah.

“Kalau pas dia mengambil HP saya tidak ada. Saya hanya menemaninya menjual saja. Memang, malam itu kami pergi bedua ke rumah bibi ini, tapi saya menunggu di luar. Karena EK tidak keluar-keluar dari rumah itu, saya putuskan untuk pulang ke rumah makan bakso karena dibelikan oleh ayah saya,” jelasnya.

Disisi lain, LY dan AJ tidak mengetahui kalau ponsel tersebut merupakan barang curian. Ia pun sempat mencurgai barang tersebut, namun EK mengaku kalau ponsel itu milik bibinya yang minta dijualkan.

“Kami tidak tahu nian kalau hape curian, kami sempet curiga. Tapi dia terus minta tolong, jadi kami jual dengan seseorang dengan harga Rp 390 ribu. Saya berikan ke mereka Rp 250 ribu, sisanya kami gunakan untuk makan-makan berdua,” katanya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede membenarkan adanya penyerahan empat bocah yang terlibat dalam pencurian hape. Keempat pelaku saat ini sedang menjalani pemeriksaan. “Kalau nantinya mereka bersalah, akan dikenakan pasal 363 KUHP,” jawabnya.katanya.korankito.com/deny