Pura-pura Dirampok, Sopir dan Kernet Diciduk

Jpeg

Jpeg

Palembang-Berpura-pura menjadi korban penyekapan dan perampokan guna memuluskan aksi penggelapan mobil truk beserta isinya 9 ton kopi, milik Fatmatiran (40) warga Lintang, Kabupaten Empat Lawang, Ardiansyah (24) sopir truk serta Firdaus (21) sebagai kernet, harus berurusan dengan polisi.

Kedua  warga Jalan Terminal, Kecamatan Pagaralam Selatan, Kota Pagaralam, Sumsel, ini diamankan anggota Polsek Kertapati Palembang, Minggu (3/7) dini hari.

Menurut Ardiansyah, kejadian berawal saat dirinya hendak mengantarkan kopi seberat 9 ton dari Pagaralam menuju Lampung. Di perjalan, ia dihubungi pelaku Hendri yang mengatakan akan membeli kopi tersebut.

Setibanya Ardiansyah dan Firdaus di kawasan Bukit Kemuning, Lampung, datang Hendri bersama Yoyok dan dua teman lainnya yang belum diketahui identitasnya. Yansah dan Firdaus diajak bertukar mobil. Kedua pelaku diajak menginap di Kota Bumi, sedangkan mobil truk dibawa oleh pelaku lainnya.

“Awalnya, dia bilang hanya mau membeli kopi saya itu, setiba di sana, saya diajak menginap di kota Bumi sementara mobil truk dibawa teman Hendri dan Yoyok, saya tidak tau namanya siapa. Saya juga baru mengenal Hendri, di Banyuasin,” ungkapnya.

Setelah dua hari menginap di Kota Bumi, Lampung, keduanya diajak Hendri dan Yoyok bersama satu temannya lagi, pulang ke Palembang dengan menggunakan mobil Xenia, serta menginap di rumah orang tua Hendri yang berada di kawasan Keramasan.

Di sanalah, mereka merencanakan sandiwara perampokan tersebut, dengan tangan diikat serta mulut dibekap dengan lakban warna hitam, keduanya dibuang di Jalan Tanah Malang, Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati Palembang.

“Hendri yang punya rencana itu semua. Dia menelpon Yoyok di Palembang. Tangan kami diikat dan mulut kami dilakban, lantas kami diberhentikan di kawasan Keramasan, Kertapati itu, seolah-olah kami sudah di rampok,” ungkapnya.

“Setelah itu maksudnya kami mau melapor ke polisi, dan sesudahnya langsung dijemput Hendri dan rekannya.‎ Tapi setelah di kantor polisi, kami malah ditangkap. Saya menyesal pak, baru satu kali ini kami seperti ini. Saya nekat melakukannya karena diiming-imingi uang Rp 20 juta dan diancam kalau tidak mau akan dibunuh,” tuturnya.

Namun, sandiwara tersangka akhirnya selesai usai pelaku diamankan oleh anggota Polsek Kertapati Palembang. Setelah menjalani pemeriksaan, kebohongan kedua pelaku akhirnya terbongkar.

“Awalnya kami mendapatkan laporan dari warga, kalau ada korban perampokan, setelah kita datang ke sana, dan mengamankan korban ke Polsek. Saat dikantor itulah terjadi kejanggalan, dan kita berhasil mengungkap jika pelaku ini melakukan penggelapan atas truk ul nopol BG 8374 UW yang mereka bawa,” kata Kanit Reskrim Polsek Kertapati, Ipda M Uzir.

Setelah berkoordinasi dengan Polres Pagaralam, ternyata benar, korban yakni Martial melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pagaralam. “Kita sudah lakukan koordinasi dengan Polres Pagaralam, dan para tersangka ini akan kita serahkan kesana,” tegasnya.korankito.com/deny