Bisa Dipercaya

Dinkes Siagakan 108 Posko Kesehatan Sepanjang Jalur Mudik

IMG_20160701_093720_HDR

Palembang – Dinas Kesehatan Pemprov Sumsel  mensiagakan 108 posko kesehatan untuk melayani para pemudik. Pelayanan kesehatan tersebut dilakukan di tempat-tempat umum yang dilalui jalur mudik, mengingat  arus mudik di prediksi mulai berlangsung pada H-7 dan H+7 setelah lebaran.

Hal ini di ungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Lesty Nuraini,yang mengatakan   Ini merupakan satu bentuk kepedulian Dinkes Sumsel dalam mendukung pihak keamanan dalam melaksanakan pengamanan arus mudik. Menurut Lesty untuk Puskesmas yang berada di jalur mudik akan buka selama 24 jam untuk melayani masyarakat pemudik yang ingin mendapatkan penanganan medis.Dibukanya layanan selama 24 jam bagi Puskesmas yang berada di jalur mudik, dilaksanakan sejak H-7 lebaran Idul Fitri 1437 H dan akan berakhir sampai H+7 lebaran.

Berita Sejenis
1 daripada 8

Segala perlengkapan kebutuhan selama buka 24 jam sudah dipersiapkan.” 108 posko yang buka selama 24 jam didalamnya akan ada    petugas kesehatan medis, seperti dokter, perawat, supir ambulan, tabung oksigen, infus,obat obatan dan peralatan perawatan lainnya dan semua itu gratis. Kita harapkan saat kita melakukan penanganan medis bagi masyarakat yang membutuhkan tidak sampai kekurangan,”Ungkap Lesty

Selain itu, Dinas Kesehatan Sumsel juga menyiagakan seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit khususnya Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan mobil Ambulans beserta kelengkapannya. pelayanan kesehatan yang di berikan selama 24 jam, nanti petugasnya akan berganti shift kerja di Puskesmas dan Rumah Sakit sepanjang jalur mudik dan lokasi wisata.

Sementara itu untuk mengantisipasi rujukan kasus kecelakaan dan kondisi darurat lainnya, ditambahkan Lesty pihaknya telah menyiapkan tim gawat darurat dan evakuasi medik. “Termasuk pelayanan di unit gawat darurat rumah sakit pemerintah dan swasta untuk antisipasi rujukan kasus kecelakaan,” jelasanya.

Lesty juga menjelaskan, tenaga medis yang disiapkan telah diberikan pelatihan terlebih dahulu terhadap penanganan pertolongan pertama pada kecelakaan. “Kita juga mengimbau bagi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang memiliki Public Safety Ceb (PSC) agar mengaktifkan PSC tersebut,” tukasnya.(korankito.com/ria)