Bisa Dipercaya

Tak Terima Dipukul Tetangga, ABG 15 Tahun Lapor Polisi

Jpeg

 

Palembang – Sial yang dialami oleh Muhammad Faisal (15) warga Jalan Faqih Usman, Lorong Sintren, RT 02, RW 01, Kelurahan 2 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang. Pasalnya, saat bermain kartu remi sembari menunggu waktu berbuka puasa, ia harus menjadi korban penganiayaan yang dilakukan tetangganya sendiri.

Atas kejadian itulah, ia ditemani ibu kandungnya Yuliana (47) mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Jum’at (1/7) sekitar pukul 10:00 WIB untuk melaporkan Zaini (70) yang tak lain tetangganya sendiri.

Berita Sejenis

Vendor ATM Dianiaya Atasan

Sedih, Minta Putus Gadis Cantik Malah Dianiaya Kekasih

Pelajar SMP Dikeroyok Enam ABG

1 daripada 32

Dihadapan petugas SPKT Porlesta Palembang, dirinya mengatakan jika kejadian tersebut bermula, pada Rabu (29/6) kemarin sekitar pukul 13:00 siang. Dimana, saat itu Faisal bersama ketujuh temannya sedang asik bermain kartu Remi untuk menunggu buka puasa.

Lalu, tiba-tiba datanglah pelaku yang langsung marah-marah kepadanya. Korban pun sempat mempertanyakan perihal kemarahan Zaini, namun diduga merasa tidak senang dengan pertanyaan Faisal, membuat pelaku naik pitam, dan langsung menendang kaki kiri korban, serta menamparnya.

“Kami itu mainnya didekat rumah dia pak, kami tidak tau apa sebabnya dia marah, saya juga sempat bilang kalau yang bermain kartu itu orang tujuh, kenapa hanya dirinya yang dimarahi. Namun, pelaku langsung turun dari rumahnya, dan menampar serta menendang saya,” jelasnya.

Disisi lain, ibu korban Yuliana tidak senang dengan perlakuan dari pelaku terhadap anaknya. Oleh karena itulah, ia membawa kasus tersebut ke jalur hukum. Menurutnya, pelaku sudah sering melakukan hal kasar kepada Faisal.

“Saya tidak senang pak dengan ulahnya, saya saja tidak pernah main tangan dengan anak saya, dia berlaku seperti itu, saya berharap pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku,” harapnya.

Menurutnya, ia baru mengetahui jika anaknya sudah dianiaya pelaku, setelah mendapatkan laporan dari teman-teman anaknya. “Anak saya tidak cerita kalau sudah dianiaya, saya baru tau dari kawan-kawannya. Setelah saya lakukan visum, dokter bilang kalau ini penganiayaan, makanya saya kesini,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan jika pihaknya sudah menerima laporan dari korban untuk segera ditindak lanjuti. “Kita sudah menerimanya, dan akan segera melakukan penyelidikan. Kalau benar pelaku bersalah, akan segera diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya singkat. (korankito.com/denny)