Harnojoyo Ajak Pasukan Kuning Sahur Bersama

Jpeg

Palembang – Walikota Palembang Harnojoyo mengapresiasi kinerja pasukan kuning yang telah membantu membersihkan kota Palembang. Untuk mengungkapkan terimakasihnya, Harnojoyo mengajak pasukan kuning Dinas Kebersihan Kota (DKK) Kota Palembang untuk sahur bersama.

Harnojoyo mengungkapkan, kegiatan sahur on the road yang dilaksanakannya bersama pasukan kuning ini, merupakan wujud rasa perhatian dan ucapan terimakasih kepada para pahlawan kebersihan sebelum menjalankan aktifitas.

“Mereka adalah pahlawan dan garda terdepan yang sudah membuat Kota Palembang mampu mempertahankan Adipura 9 kali berturut-turut. Jadi, Sahur bersama mereka adalah bagian kecil perhatian kami kepada mereka,” jelasnya, Jumat dini hari (1/7).

Harnojoyo berharap, jerih payah pasukan kuning ini dalam menjaga kebersihan, dihargai masyarakat Kota Palembang. Bukan dalam bentuk uang, masyarakat bisa menghargai kerja pahlawan kebersihan ini dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Jika kita malas membersihkan, setidaknya kita tidak mengotorinya. Jangan sampai jerih payah pasukan kuning ini sia-sia, dengan tidak pedulinya kita terhadap kebersihan,” harapnya.

Dalam kesempatan ini, Harnojoyo memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi seluruh pasukan kuning yang berjumlah 1.200 orang. Ia secara simbolis memberikan langsung kepada 400 orang pasukan kuning yang datang hari ini.

Ia menyampaikan untuk meningkatkan kesejahteraan  akan menaikan Upah pekerja harian lepas yang saat ini berkisar Rp425ribu perminggu. Besaran kenaikan akan dihitung dan dianggarkan tahun 2017.

“Kita upayakan kenaikan upah PHL yang besarannya akan kita hitung lagi. Tetapi untuk uang penghargaan yang saat ini diterima Rp.300ribu setahun akan kita tingkatkan menjadi satu juta rupiah,” jelas Walikota didampingi Kepala DKK Agung Nugroho.

Herman salah satu anggota pasukan kuning merasa terharu dan bangga bisa makan sahur bersama dengan orang nomor satu di Palembang. Dirinya tidak menyangka bisa duduk bareng makan bersama Walikota.

“Bangga pak bisa duduk sebelahan dengan pak Wali. Pak wali jugo makannyo samo dengan kami nasi bungkus jugo,  katek beda demgan kami,” ujar Herman usai makan sahur. (korankito.com/eja)