BPOM Curigai Anti Tetanus Palsu di 7 Titik

Jpeg

Palembang-Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM) di Palembang menemukan Serum Anti Tetanus yang dicurigai palsu. Menurut  Plt Kepala Balai BPOM  Palembang Devi Lidiarti, serum berjenis Biosat 1,5 ATS (Anti-Tetanus Serum) ini ditemukan ketika sweeping BPOM untuk mencari adanya vaksin palsu yang tengah santer di masyarakat.

“ATS ini sendiri terdeteksi di tujuh titik pelayanan kesehatan di Kota Palembang, Banyuasin dan Ogan Ilir. Mulai dari klinik kebidanan dan apotik,” ujar Devi.

Dikatakan Devi, serum palsu tersebut apabila dipakai maka tidak akan memberikan efek terhadap penyakit. Bahkan jika terkandung bahan yang membahayakan, tubuh pasien bisa terancam. “Itu kan anti tetanus. Jika benar palsu dan dipakaikan ke penderita, maka tidak akan melawan tetanus itu. Bahkan kalau komposisinya sembarangan, bisa membahayakan,” tuturnya lagi.

Jika terbukti serum tersebut palsu, baik pelaku yang mendistribusikan serta yang memproduksi bisa dijerat dengan pasal 196 dan 197 UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Ancamannya pun tak main-main, maksimal kurungan 15 tahun penjara atau denda 1,5 miliar.

Kini produk biologi yang dicurigai palsu tersebut telah diambil sampelnya untuk kemudian diuji di laboratorium. Dan sisanya telah diamankan di tempat. “Kita belum bisa mengatakan itu palsu, hanya dicurigai. Kita tunggu saja hasil uji lab nanti, karena suah dua hari yang lalu kita masukkan ke laboratorium,” katanya. (korankito.com/resha)