Bisa Dipercaya

PT Global Mandiri Internasional Lapor Balik

Jpeg

Palembang – Menanggapi adanya pengaduan yang dilakukan oleh empat korban yang mengaku sudah tertipu saat masuk kerja di PT Indo Global Internasional, pemilik perusahaan Anita Andriani (43) warga jalan DI Panjaitan, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang akan melapor balik ke Polresta Palembang.

“Saya akan melaporkan balik keempat orang itu bersama Jumaidah yang sudah melakukan pencemaran nama baik saya dan perusahaan yang saya pimpin. Karena saya selaku pimpinan perusahaan sangat dirugikan dengan adanya laporan itu,” ujar Anita saat ditemui di halaman Mapolresta Palembang, Rabu (29/6) pagi.

Berita Sejenis

Tertipu, Uang Rp200 Juta Melayang

Pensiunan PNS Tertipu Puluhan Juta

Tipu Pengusaha Penerbitan, Husni Thamrin Dipolisikan 

1 daripada 13

Anita mengatakan jika laporan yang telah dibuat keempat korban di Mapolresta Palembang sangatlah tidak benar. Lantaran, antara Anita dan keempat belum pernah bertemu sama sekali, ia baru mengetahui empat orang tersebut, setelah keempatnya menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh HD.

“Saya baru mengetahuinya, setelah mereka mendatangi saya dan mengatakan kalau sudah menjadi korban penipuan. Jadi, apa yang mereka katakan didalam laporan, kalau saya yang menerima uang pelicin tersebut, itu tidak benar, semuanya bohong,” jelasnya.

Dirinya menambahkan, kalau sudah ada beberapa korban termasuk orang tua korban yang mengakui kalau uang pelicin tersebut diserahkan kepada Jumaida bukanlah kepadanya.

“Korban yang bernama Asmuni dan dua orang tua korban sudah mengakui kalau uang mereka disetorkan kepada Jumaida, bukan melalui pimpinan perusahan PT Indo Global Internasional. Jadi, saya tidak pernah sama sekali menerima uang mereka. Makanya saya laporkan mereka atas tuduhan pencemaran nama baik,” harapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga wanita dan satu orang laki-laki yakni Eva Oktavia (21) warga Jalan Puskesmas, RT 13, RW 05, Kecamatan Kertapati, Sutrisno berserta adik kandungnya Krisna warga jalan Ahmad Yani, Lorong H Umar, RT 38, RW 08, Kecamatan Seberang Ulu II, dan Tri Wahyuni warga Jalan Yusuf Senen, RT 05, RW 02, Kecamatan Sukarami, mendatangi Polresta Palembang, Minggu (26/6) sekitar pukul 10:00 WIB

Kedatanganya, untuk melaporkan pimpinan AA beserta asisten pimpinan PT Indo Global Internasional, HR yang diduga sudah melakukan penipuan terhadap mereka.

Salah satu korban, Sutrisno mengatakan kejadian tersebut berawal saat ia dikenalkan oleh bibinya dengan HR yang menjabat sebagai assisten direktur pada perusahaan bidang tenaga keamanan tersebut. Lalu, HR mengatakan dapat memberikannya pekerjaan dengan gaji Rp 4 juta perbulan di PT Indo Global Internasional Palembang.

Namun, semua itu tidaklah gratis, ia harus menyetorkan uang sebesar Rp 6 juta kepada pelaku sebagai uang pelicin untuk bekerja di sana. Lantaran percaya dengan perkataan HR, akhirnya Sutrisno bersama adiknya Krisna memberikan sejumlah uang kepada pimpinan perusahaan AA yang saat itu ditemani oleh HR.

“Tanggal sebelas kemarin kami datang ke sana, menghantarkan uang kepada AA ditemani oleh HR. Lalu mereka menyuruh kami datang lagi, tanggal lima belas, untuk training dan penempatan perusahaan. Saya dijanjikan bekerja di bidang IT,”katanya saat ditemui di ruang Sentra Pelayana Kepolisan Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Akan tetapi, lanjutnya, saat ia kembali lagi menyambangi Perusahaan yang beralamatkan di Jalan Mayjen Ryacudu, No 12, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, AA berpura-pura tidak mengenali HR serta mengatakan kalau HR itu bukan lagi karyawan PT Indo Global Internasional lagi.

“AA bilang kalau tidak kenal dengan HR dan bukan karyawan yang dipimpinnya. Tapi, kata salah satu pegawai disana, HR itu memang bekerja di sana, menjabat sebagai asisten direktu,” jelasnya.

“Kami tidak ditraining hanya disuruh menunggu sampai sekarang. Kami sudah sabar, tapi tidak kunjung dipanggil. Lalu, kami bertemu dengan korban lainya yakni Eva dan Tri, dan merasa sudah tertipu akhirnya kami melaporkan dia kepolisi, semoga saja pelaku cepat ditangkap dan uang kami dikembalikan,” harapnya.

Sementara itu, bibi korban Jumaida mengungkapkan kalau ia kenal dengan HR lantaran sering bertemu dengan pelaku saat mengambil gaji suaminya yang bekerja di perusahan PT Indo Global Internasional tersebut. “Saya sering bertemu dengan dia, waktu mengambil gaji suami saya disana. Suami saya itu sudah lama bekerja disana,” ujarnya. (korankito.com/denny)