Polda Bekuk Bandar 1 Kg Shabu

IMG-20160629-WA0003

Palembang – Satuan anggota dari Ditres Narkoba Polda Sumsel, berhasil mengamankan 1 kg narkoba jenis shabu seharga Rp 1 M dari tangan tersangka Ervan alias King (41) yang merupakan bandar narkoba di Jalan Sedang Menang, Kecamatan SP Padang, Kabupaten OKI Sumsel.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Irawan David Syah menjelaskan, jika tersangka telah menjadi target petugas sejak beberapa pekan terakhir. Penangkapan petugas pun bberawal saat banyaknya laporan masyarakat jika banyaknya laporan masyarakat sering terjadi transaksi narkoba diwilayah OKI.

“Berdasarkan laporan dari masyarakat ya, kita lakukan pendalaman. Lalu hasil dari pendalaman tersebut terungkaplah satu jaringan transaksi narlkoba yang diketahui di dalangi oleh pelaku yabg biasa disapa King ini,” ungkap David, Rabu (29/6).

Bahkan dikatakan David, jika saat penangkapan tersangka  yang dilakukan melakukan undercover buy ini, berlangsung tegang, dan sempat dikepung oleh warga sekitar. Lantaran King mencoba memprovokasi masyarakat dengan menabuh kentongan menggunakan parang. “Dua pelaku inisial ADM dan MIN berhasil melarikan diri, karena warga sempat terpvokasi. Momen ketegangan itu dimanfaatkan dua pelaku kabur. Namun karena kesigapan petugas dan kerjasama sejumlah warga, pelaku yang di duga sebagai dalang tersebut berhasil kita amankan,” jelasnya.

Selain itu, David juga menuturkan, jika sabu satu kilogram tersebut merupakan narkoba kelas tinggi dan diduga berasal dari Medan, Sumatera Utara. “Di Medan ada bandar narkoba yang ditangkap dan memiliki jenis barang yang sama. Kemungkinan mereka ini sindikat peredaran di Sumatera,” tambah pria berpangkat melati tiga ini.

Masih dikatakan David, jika tersangka mendapatkan barang haram tersebut dari rekannya berinisial J dan sudah berlangsung beberapa bulan. Bahkan tersangka yang bekerja sebagai penjual ikan ini juga mendapatkan upah dari J jika sudah berhasil menjual seluruh sabu tersebut.

“Atas perbuatannya, King diancam dengan pasal 112 – 114 undang-undang narkoba dengan ancaman hukuman mati,” pungkas David. (korankito.com/kardo)