Bisa Dipercaya

Camat SU I Minta Penambahan Jadwal Angkutan Sampah

IMG_20160627_123002_AO_HDR

Palembang –  Sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan sampah di Kecamatan SU I, Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang diminta agar menambah jadwal pengangkutan sampah.

Ditemui diruang kerjanya, Novran Hansya Kurniawan camat SU 1 mengatakan volume sampah di lingkungan kecamatan SU 1 meningkat saat ramadhan lebih banyak dari hari biasanya. Tinggal sekarang bagaimana upaya mengantisipasi sampah agar tidak melebihi kapasitas bak TPS. “Volume sampah meningkat saat ramadhan, anda bisa rasakan sendiri di rumah anda. Nah saat ini tinggal upayanya saja agar sampah tidak meluber,” ujar Novran.

Berita Sejenis
1 daripada 3.090

Kepada Koran Kito Novran mengakui jika tidak ada penambahan jadwal pengangkutan sampah dari DKK. Hal ini mungkin dikarenakan juga keterbatasan armada dan operator pengangkut sampah dari DKK. Jangan sampai terkesan tidak ada pengangkutan sampah dari DKK, hal ini dikarenakan masyarakat yang tidak taat terhadap jadwal pembuangan sampah. Padahal sebenarnya sudah diangkut, namun sampah masih tetap menumpuk akibat masyarakat yang membuang sampah asal-asalan.

“Pastinya sampah tersebut akan diangkut oleh DKK selama itu adalah Tempat Pembuangan sampah (TPS) resmi. Namun dikarenakan keterbatasannya  maka DKK tidak ada penambahan jadwal pengangkutan sampah. Jangan terkesan DKK tidak mengangkut sampah, ini dikarenakan warga yang seenaknya sendiri membuang sampah tanpa mengingat jadwal yang ada,” tegasnya.

Lanjutnya, untuk angkutan kaisar yang mengangkut sampah dari masyarakat ditiap kelurahannya, dan hasil gotong royong masyarakat tiap kelurahan selama seminggu terkadang ditolak oleh TPS dengan alasan sampahnya akan melebihi kapasitas yang bisa diangkut oleh mobil sampah DKK. Namun terpaksa pihaknya tetap membuang hasil pengumpulan sampah tiap kelurahan selama 1 minggu tersebut di TPS itu, karena tidak mungkin membiarkan sampah tergeletak meninggi diareal pemukiman warga. Hal ini juga karena motor sampah tidak bisa langsung membuangnya ke TPA. Sedangkan mobil angkutan sampah yang ada di kecamatan SU 1 terbatas cuma ada 1, untuk mengangkut sampah dari 1 kelurahan saja sudah melebihi kapasitas mobil tersebut.

“Kadang hasil sampah selama 1 minggu yang dibawa oleh angkutan kaisar ditolak oleh TPS dan sering rebut masalah sampah dengan alas an melebihi kapasitas angkut. Dan juga mobil angkutan sampah yang dimiliki kecamatan SU 1 terbatas Cuma ada 1, untuk mengangkut sampah dari 1 kelurahan saja sudah penuh volumenya,” ungkap dia.

Kita (Kecamatan SU I) sudah mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai jadwal pembuangan sampah bahkan kita buat plank khusus dari papan mengenai jadwal dan himbauan mengenai pembuangan sampah, Namun karena masyarakat kurang sabaran maka meraka tetap membuang sampah diluar jadwal bahkan terkadang hanya dilempar saja dari kendaraannya tanpa memastikan sampah tersebut masuk ke bak sampah, itulah penyebab mengapa sampah sampai memakan bahu jalan.

“Seakan percuma memasang jadwal didekat TPS, karena banyak oknum yang tidak bertanggung jawab membuang sampah seenaknya saja. Bahkan ada yang melemparkan saja sampah dari kendaraanya tanpa memikirkan sampah itu masuk ke bak sampah atau tidak. Yang penting sudah buang, mungkin begitu fikir mereka,” kata Novran sedikit kecewa dengan sikap oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Imbuhnya, untuk mengenai pembuatan bak sampah atau membuat TPS resmi kita meminta kepada pihak DKK. Kesulitannya bagi setiap aspek adalah penempatan TPS, meskipun itu adalah jalur hijau maupun lahan tersebut milik pemerintah namun masyarakat die sekitarnya belum tentu setuju bahkan terkadang mereka melakukan demo penolakan kepada pihak terkait. Dan juga walaupun TPS itu dipindahkan dan ditutup masyarakat tetap membuang sampah ditempat itu karena kebiasaan membuang disana.

“Untuk pemindahan TPS sendiri terbentur masalah lokasi. Meski itu adalah jalur hijau atau lahan milik pemerintah namun warga sekitar pasti protes keras mengenai pembuatan TPS di lingkungan mereka. Dan juga walaupun sudah ditutup terkadang mereka masih membuang sampah disana bahkan hingga ke bahu jalan karena sudah kebiasaan. Jadi yang harus diubah adalah pola kebiasaan masyarakat untuk membuang sampah sesuai jadwal dan tempatnya,” pungkasnya. (korankito.com/eja)