PT Kedamaian Serahkan Fasum dan Fasos ke Pemkot

IMG_20160617_113504_AO_HDR

Palembang – Keikutsertaan perusahaan-perusahaan dalam meningkatkan pelayanan kota Palembang terhadap masyarakat dapat terlihat dari banyaknya surat masuk ke Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk penyerahan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).

Kepala Bappeda Kota Palembang Sapri Nungcik menyatakan, kepatuhan para pengembang untuk kewajiban menyerahkan fasum dan fasos sudah baik. Hal ini terlihat dari banyaknya surat masuk ke pihaknya untuk penyerahan tersebut, salah satunya dari PT Kedamaian yang melaksanakan penyerahannya.

“Selain PT. Kedamaian, sebelumnya sudah ada penyerahan juga dari lahan Perumnas Talang Kelapa yang kini jadi pasar. Pastinya sudah ada ratusan fasum dan fasos yang kini jadi aset Pemkot,” ungkapnya usai pertemuan dengan PT Kedamaian di kantor walikota, Selasa (28/06).

Sapri menjelaskan landasan akan pentingnya penyediaan ruang publik dimulai dari diterbitkannya undang-undang nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Lalu Peraturan Pemerintah nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang. Hingga Permendagri Nomor 9 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Perumahan dan Permukiman di Daerah mengamanatkan pentingnya penyediaan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos).

Jika ketiga peraturan perundangan tersebut berjalan sesuai sebagaimana yang tertuang di dalamnya maka dipastikan akan membuat kota-kota di Indonesia menjadi kota yang humanis. “Berarti bisa digunakan untuk kepentingan publik. Pemkot akan mengelolanya dengan mengubahya untuk keperluan sesuai porsisrnya,” harapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kedamian Lanita mengatakan, selaku pengembang pihaknya telah menyerahkan beberapa fasum dan fasos yang ada di beberapa lokasi perumahan. Yakni di kedamaian Permata, Kencana Damai, dan Villa yakni meliputi taman bermain dan juga ruang terbuka hijau. “Nilainya mencapai Rp43miliar,” tegasnya.

Kepada Koran Kito, ia mengaku sebelumnya pihaknya pun telah menyerahkan fasum dan fasos ditahun 1991 kepada pihak pemkot Palembang. Ia mengatakan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang diserahkan ini agar dapat dikelola baik oleh Pemerintah Kota Palembang.  “Harapannya agar fasum dan fasos yang diserahkan pihak kami dapat dikelola dengan baik oleh pemerintah,” pungkasnya. (korankito.com/eja)