Mencuri Di Masjid, Indra Ditangkap Polisi 

Jpeg

Palembang – Berdalih untuk membayar uang Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di salah satu Universitas swasta Palembang, membuat Indra Irawan (22) warga Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumatera Selatan, nekat mencuri tas milik Dadang (25) didalam masjid komplek Muhamadiyah Palembang, Sabtu (25/6) siang.

Kini untuk mempertanggung jawabkan ulahnya, Indra harus merasakan dinginnya balik jeruji Mapolsek Seberang Ulu (SU) II Palembang, setelah diamankan Unit Satreskrim Polse SU II, di kediamannya di Jalan Darat KA Aliudin, Selasa (28/6) sekitar pukul 15:00 WIB.

Berdasarkan data yang dihimpun, saat itu pelaku sedang ingin menjalankan ibadah sholat Dzuhur, sekitar pukul 12:00 WIB. Lalu, meletakkan tas didalam masjid tersebut, dan sholat berjamaah.

Datanglah pelaku Indra yang juga ingin menunaikan sholat, namun melihat tas korban yang terkapar timbullah niat pelaku untuk mengambil tasnya, dan langsung pergi. Lantas, usai sholat korban pun melihat tasnya sudah raib, lalu melaporkan kejadian tersebut ke Polsek SU II Palembang.  “Setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa beberapa saksi, kita langsung mengejar dan mengamankan pelaku yang saat itu sedang berada dirumahnya,” ucap Kapolsek SU II Palembang, Kompol Mulyono didampingi Wakapolsek AKP Yulia Farida, saat gelar perkara.

Lanjutnya, dari tangan pelaku pihaknya mengamankan barang bukti berupa, satu motor Honda Revo warna hitam merah, satu telepon genggam merk Iphone beserta charger, satu telepon genggam merk Nokia, dan dompet milik korban.  “Kita amankan motor yang digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya bernopol BG 3257 TM. Pelaku akan jerat dengan pasal 362 dengan ancaman kurungan selama lima tahun penjara,” katanya.

Sementara itu, pelaku Indra mengatakan jika ia terpaksa melakukannya lantaran terpepet membutuhkan uang untuk membayar uang kuliah sebesar Rp 1,6 juta. “Saya menyesal pak, terpaksa melakukannya karena butuh uang untuk membayar uang KKL. Tapi teleponnya belum sempar saya jualan, karena tidak laku, mereka tau kalau barang curian. Saya akhirnya ditangkap polisi duluan, belum sempat menikmati uangnya,” jelasnya. (korankito.com/denny)