Jual Senpi, Dua Tetangga Diamankan

20160627_143847

Palembang – Dua pria yang diketahui bertetangga ini terpaksa harus diamankan Subdit lll Dittreskrimum Polda Sumsel lantaran terlibat transaksi senpi Ilegal. Joko Priyadi (37) dan Eko Haryadi (42) yang tercatat sebagai Warga Jln Sabar Jaya Kelurahan Mariana Ilir Kecamatan Mariana Kabupaten Banyuasin ini harus berurusan dengan petugas lantaran terbukti sebagai perantara.

Dihadapan petugas, Joko mengaku jika dirinya mendapatkan senpi tersebut dari salah seorang rekan nya bernama Piceng yang menggadaikan Senpi beserta dua butir peluru dengan harga Rp 2.700.000. Namun lantaran tak pernah digunakan, Joko pun berniat menjual kembali senpi tersebut setelah mendapat kabar oleh Eko jika ada orang yang ingin membeli. “Senpi itu saya dapat dari Cipeng pak, waktu itu dia gadaikan ke saya. Lalu saya jual saat Eko mau jadi perantara saya,” ungkap Joko saat diamankan di Mapolda Sumsel, Senin (27/6).

Selain itu tersangka Joko yang kesehariannya buka usaha barang bekas ini juga terpaksa harus dilumpuhkan petugas dengan timah panas setelah dirinya berusaha kabur dari kejaran petugas yang saat itu hendak menangkapnya di sekitaran simpang OPI. “Waktu itu sempat kabur pak, karena saya panik jadi terpaksa melarikan diri,” akunya.

Sementara itu, Dir Ditreskrimum Polda sumsel, Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga didampingi Kasubdit Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Hans Rahmatullah mengungkapkan, jika penangkapan kedua pelaku berdasarkan informasi jika akan terjadi transaksi senpi.

Dari Informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka Eko terlebih dahulu dengan melakukan undercover buy. Lalu dilakukan pengembangan hingga pihaknya pun langsung menangkap tersangka Joko, Minggu (26/6) sekitar pukul 18:00 WIB. “Dari informasi kita lakukan pengembangan,  dan didapatlah dua pelaku bersangkutan yang ternyata terlibat dalam transaksi senpi,” ungkap Hans.

Selain itu, dirinya juga menambahkan, jika saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan apakah senpi tersebut pernah digunakan dalam aksi kriminal atau tidak. “Kita lakukan penyelidikan, dan saat ini kedua pelaku akan dikenakan Undang-undang Darurat,”. (korankito.com/kardo).