Bisa Dipercaya

Ingin Berlebaran, Tujuh Pemuda Nekad Membegal

20160627_142236

Palembang – Pelaku begal yang terbilang masih berstatus remaja kini kian marak di Palembang. Tujuh pemuda yang dibilang masih sangat remaja nekat membacok seorang siswi SMA hingga terluka parah. Namun, polisi berhasil meringkus dua orang pelaku.

Dari informasi yang dihimpun, dua dari tujuh pelaku tersebut diciduk saat tengah nongkrong setelah berbagi hasil penjualan sepeda motor korban. Kedua pelaku adalah berinisial EW (20) warga Jln Talang Jambe, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Sukarami, Palembang, dan HR alias GGN (18), pengangguran asal Kelurahan Kebun Bunga, Sukarami, Palembang. Sementara lima pelaku lain masih buron, yakni PY, EB, BD, RM, dan pelaku yang belum diketahui identitasnya.

Berita Sejenis
1 daripada 35

Diketahui, peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban bernama Nabila (17) mengendarai sepeda motor jenis Honda Beat nomor polisi BG 5669 NI di Jalan Kapten A Rivai Palembang, Kamis malam (23/6).

Sebelum dibacok para pelaku, siswi SMA tersebut sempat dicegat oleh para pelaku yang mengendarai empat unit motor. Dengan cepat, satu pelaku mengambil kunci kontak korban. Karena mendapatkan perlawanan, pelaku membacok tangan korban hingga mengalami luka serius dan dilarikan ke rumah sakit. Sepeda motor korban dibawa kabur para pelaku termasuk satu unit ponsel.

Dihadapan petugas, tersangka EW mengaku sebelum kejadian dia dan enam temannya berkumpul di sebuah tempat untuk merencanakan pembegalan. Setelah disepakati, mereka berkeliling Palembang, terutama di jalan raya yang sepi kendaraan. Di TKP, para pelaku melihat korban berkendara sendirian sehingga langsung mencegat. Setiap pelaku mempersenjatai diri dengan senjata tajam jenis pisau dan parang.

“Awalnya cuma celoteh saat nongkrong saja pak, terus karena kami ingin mbeli baju lebaran, jadi kami pun setuju untuk melakukan begal,” ungkap tersangka EW di Mapolsek Ilir Timur I Palembang, Senin (27/6).

Bahkan, EW pun mendapatkan uang hasil penjualan sepeda motor korban sebesar Rp 200 ribu. Tersangka diringkus polisi saat menongkrong tak jauh dari rumahnya, Minggu (26/6) malam. “kemarin saya cuma dapat uang Rp 200 ribu dan langsung saya belikan baju buat lebaran pak” akunya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Ilir Timur I Palembang Ipda Alkap mengatakan, saat ini pihaknya memburu lima pelaku lain, termasuk EM yang diduga otak pelaku. “Dugaan sementara, para pelaku kerap beraksi dan terbilang sadis. Atas perbuatan itu, kedua tersangka ini akan dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara,” pungkas Alkap. (korankito.com/kardo).