Bupati Aswari Sukses Kembangkan Wisata

 

AswariiiiPalembang – Sosok muda, santun dan bersahabat dari Bumi Seganti Setungguan itu ternyata terus mencuri perhatian banyak pihak. Betapa tidak, figur yang satu ini terus muncul dibanyak tempat dengan beragam kegiatan yang dilakoninya, mulai aktivitas yang berbau olahraga hingga event bernuansa sosial, lebih-lebih kala Ramadhan ini.

Tidak salah lagi, dialah H Aswari Riva’i yang kali ini masuk dalam nominasi tokoh yang sepakterjangnya menjadi perhatian dari sebuah lembaga profesional Pandu Tani Indonesia (Patani). Aswari yang delapan tahun terakhir memimpin Kabupaten Lahat itu, dinilai Patani sebagai sosok yang berhasil mengembangkan pariwisata daerah.

Direktur Utama (Dirut) Patani, Sarjan Taher mengatakan, penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh-tokoh yang dianggap mampu membawa kemajuan di daerahnya. Selain itu juga bukan hanya mampu membawa kemajuan untuk daerahnya namun juga mampu mengembangkan potensi-potensi yang ada di daerahnya dan berhubungan dengan pertanian di daerah kabupaten/kota. ‘’Penghargaan itu diberikan kepada tokoh-tokoh yang berperan serta dan memberikan sumbangsih untuk mendorong kemajuan di Sumsel,” ujarnya

Sarjan menjelaskan, penilaian dilakukan secara selektif sesuai dengan kategori penghargaan yang diberikan. Diantaranya penghargaan kepada penggiat anti narkoba, penghargaan sebagai tokoh keagamaan, penggerak perekonomian modern. “Tidak serta merta bisa mendapatkan penghargaan karena ada penilaian khusus dari pusat khusus untuk tokoh yang mampu menjadi penggerak kemajuan di daerahnya,” jelasnya.

Apa yang dikatakan Sarjan tidak meleset, buktinya selama menjadi Bupati Lahat, Aswari memasukkan pengembangan dan pembangunan bidang pariwisata ke dalam satu diantara enam misi Lahat Bangkit 2018 yang ditergetkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat.

Rupanya, Kak Wari – sapaan sang Bupati Lahat- menyadari betul potensi yang ada di daerah yang dipimpinnya. Paling tidak, sedikitnya ada 1047 situs megalitik yang tersebar di 12 kecamatan di Lahat sebagai kawasan wisata sejarah dan cagar budaya. Kemudian tercatat pula tidak kurang dari 76 lokasi air terjun yang terus menjadi destinasi pariwisata lokal bahkan sempat pula menjadi trandng topic dunia. ‘’Hingga saat ini sejumlah potensi wisata di Lahat menjadi fokus perhatian untuk dikembangkan,’’ ujar Aswari.

Bahkan, tambahnya, Pemkab Lahat siap merogoh kocek APBD lebih dalam untuk pengembangan infrastruktur pariwisata. ‘’Namun meski begitu, kami juga tetap berharap ada perhatian dari pemerintah provinsi maupun pusat, sebab semua potensi alam di Lahat juga sebagai aset negara dan bangsa ini,’’ tegasnya.

Aswari mengungkapkan, salah satunya patut diperhatikan bersama yakni potensi ribuan megalitik Lahat yang termasuk tertua di dunia yang rata-rata berusia 3.000 tahun.

Untuk menjaga itu semua, Pemkab Lahat telah membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis) hingga ke tingkat desa. Pokdarwis inilah yang diharapkan menjadi baris terdepan untuk memantau termasuk menjaga potensi wisata di daerah.

Kepala Dinas Pariwisata, Deswan Irsyad mengungkapkan, untuk pengembangan wisata Lahat pihaknya juga tidak akan ragu menggandeng investor yang tertarik. ‘’Tentu pengelola harus memenuhi ketentuan atau kesepakatan kedua bela pihak termasuk dengan masyarakat setempat,’’ kata Deswan, beberapa waktu lalu.

14 Tokoh Lain

Lebih lanjut, Dirut Patani, Sarjan Taher menyebutkan, bahwa lembaga yang dipimpinnya bisa membantu pemerintah dan rakyat khususnya petani agar perekonomiannya lebih baik. Karena selain melaksanakan kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan dan kegiatan  sosial lainnya, kedepannya Patani juga akan membangun kampung – kampung Patani di Indonesia . “Kita lebih banyak membantu bagaimana petani berproduksi agar lebih efisien. Selain itu juga membantu petani dalam hal pemasaran,” katanya.

Dalam hal ini tambah Sarjan, Pihaknya mengharapkan suport dari pemerintah seperti mempermudah perizinan, agar Patani mudah masuk di daerah-daerah sentra pertanian. Selain itu juga saling membantu memberikan pelatihan-pelatihan kepada petani.  Bagaimana cara pemasaran hasil produksi baik antar kota/kabupaten maupun antar provinsi dengan harga yang kompetitif dan efisien.

Sementara itu, selain sosok Aswari ada 14 tokoh lainnya yang mendapat anugerah yang mempelopori pembangunan di wilayahnya masing-masing. Antara lain ada nama, Prof Aflatun Muktar,Ketua MUI Sumsel sebagai tokoh pendidikan dan agama, H. Muhamad Rivai, Wakil Bupati OKI sebagai tokoh penggerak pertanian, Komjen Polisi (Purn) H. Susno Duadji, Bupati Banyuasin, H. Yan Anton Ferdian sebagai tokoh penggerak pertanian modern. (Ria)