Biadab, Mertua dan Menantu Saling Tukar Korban Perkosaan

Jpeg

Palembang-Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang berhasil mengamankan dua pelaku pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Kedua tersangka adalah Samsudin (50) beserta mantan mertuanya Abu Bakar (54), warga Jalan Siaran, Kelurahan Lebong Gajah, Kecamatan Sematang Borang, Palembang, Senin (27/6) pagi.

Penangkapan tersangka setelah unit PPA Polresta Palembang mendapatkan dua laporan berbeda dari masyarakat. Kedua laporan warga itu menyebutkan kedua tersangka sudah menggagahi empat bersaudara, yakni YN (22), AY (15), IT (12), dan LL (10).

Berdasarkan data yang dihimpun, tersangka Abu Bakar sudah melakukan pemerkosaan terhadap anak tirinya berinisial YN, IT, dan LL. Sementara, Samsudin melakukan perbuatan tidak senonoh kepada AY yang merupakan adik kandung dari YN mantan istrinya.

“Jadi dua pelaku ini merupakan tindak pidana yang sama yakni menyetubuhi anak di bawah umur, modusnya sama, dan mereka juga saling kenal dengan profesi tukang becak. Mereka juga saling tukar korbannya,” ujar Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede.
Kedua pelaku akan dikenakan Undang Undang nomor 35 tahun 2014, tentang perlindungan anak dengan hukuman penjara lima belas tahun penjara. “Pasalnya 81 ayat 1 dan 2 dengan hukuman penjara 15 tahun,” katanya.

Sementara itu, Abu Bakar mengakui sudah memperkosa YN sebanyak lima kali, IT satu kali, dan LL satu kali. Menurutnya ia melakukannya, di rumahnya ketika istrinya sedang tertidur lelap. “Kami itu tidur dalam satu kelambu, jadi pas istri saya tidur kami melakukan hungan badan itu,” jelasnya.

Namun, dirinya membantah kalau saat melancarkan aksi bejatnya tersebut korban dalam keadaan terancam. Ia melakukannya, lantaran suka sama suka. “Tidak pernah saya ancam, kami melakukannya atas suka sama suka, dan setelah itu mereka juga sering saya kasih uang, sebesar Rp30 ribu,” kilah tukang becak ini.

Sedangkan Samsudin membantah sudah memperkosa AY. Menurutnya, waktu itu AY mendatangi rumahnya, untuk meminta uang dan mengajak melakukan hubungan terlarang tersebut. “Dia yang datang ke rumah saya dan mengajak begituan. Saya tidak memperkosanya, kami melakukannya atas dasar suka sama suka,” kata Samsudin.

Usai berhubungan badan, korban meminta uang serta dibelikan makanan. “Ya sudah, saya turuti kemauan dia itu, Dia juga mengajak saya menikah, istri saya yang merupakan ayuknya dia sudah saya ceraikan, karena selingkuh dengan lelaki lain, kami belum punya anak,”tutur Samsudin.

Masih dikatakan Samsudin, ia melakukan hubungan badan dengan AY sebanyak dua kali, di rumah yang dalam keadaan kosong. “Saya tinggal sendirian, sejak pisah dengan istri saya, kami sudah melakukannya sebanyak dua kali di hari yang berbeda,” ucapnya.

Sementara, Ibu korban SM (50) sudah mengetahui perbuatan bejat yang dilakukan suaminya beserta mantan menantunya tersebut. Namun ia takut untuk melapor ke polisi karena sudah diancam para perlaku. “Saya takut pak untuk melapor, karena mereka mengancam akan membunuh saya kalau perbuatanya dilaporkan ke polisi,” tutupnya.korankito.com/deny